toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Jumat, 23 Januari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Opini : Merawat Tradisi “Makkabua Baruga Tobotting” di Desa Bakaru Pinrang

Oleh : Siti Sakirna, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
19:09, 06 Agustus 2022
di Opini
Waktu Baca: 2 menit
Opini : Merawat Tradisi “Makkabua Baruga Tobotting” di Desa Bakaru Pinrang

--ist--

OPINI — Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki ragam budaya dan kebiasaan-kebiasaan lama yang masih dipertahankan sampai saat ini sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya warisan orang terdahulu. Budaya merupakan ciri khas daerah masing-masing baik dari segi sikap, perilaku atau kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang untuk generasi ke generasi.

Desa Bakaru adalah sebuah daerah yang jauh dari perkotaan sehingga masyarakat di sana masih sangat merawat tradisi-tradisi yang mereka anggap baik untuk kehidupan dalam masyarakat. Di dalam masyarakat masih mengenal sistem kekeluargaan salah satunya adalah “Makkabua Baruga” yang dilaksanakan dengan cara bergotong royong.

Makkabua Baruga merupakan salah satu kegiatan yang sampai saat ini masih dilaksanakan di Desa Bakaru, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang sebagai bentuk partisipasi masyarakat sebelum melaksanakan acara pernikahan di desa tersebut. Maksud dari kata “Makkabua Baruga Tobotting” ini adalah membuat rumah panggung pengantin.

Sitti Sakirna
Sitti Sakirna

Baruga merupakan tanda kalau dalam keluarga tersebut ingin melaksanakan suatu acara pernikahan, bukan tanpa adanya tujuan dibuatnya karena Baruga nantinya akan menjadi tempat resepsi pernikahan, tempat akad nikah, tempat beristirahatnya tamu undangan, dan juga sebagai tempat diadakannya simbol-simbol adat sebelum dan sesudah pernikahan.

Tradisi Makkabua Baruga ini dilakukan oleh kaum laki-laki dengan tetap memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya untuk menjadi bahan dalam pembuatan baruga, seperti bambu yang digunakan sebagai balok, kayu sebagai tiang, dan pengikat tiang yang bukan dari tali rapia namun dari ijuk pohon aren atau dalam bahasa setempat disebut Gacci Bulu, kata masyarakat disana bahwa Gacci Bulu lebih tahan lama dibandingkan dengan tali rapia.

Baca Juga

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Biasanya dalam proses Makkabua Baruga masyarakat membagi tugas mereka agar pembuatannya lebih cepat. Mulai dari menebang bambu, memasang tiang, mengikat balok, sampai pada pemasangan tenda yang dimana masyarakat di sana membawa peralatan masing-masing dari rumah mereka untuk mereka gunakan dan tidak membebankan kepada tuan rumah untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Setelah Baruga selesai barulah masyarakat akan membuat Sala’bi sebagai hiasan Baruga yang terbuat dari bambu yang telah dibentuk dan dihaluskan menggunakan parang lalu di susun secara menyilang. Sala’bi dibuat sebagai dinding pembatas setiap tempat dan juga sebagai gapura untung gerbang masuknya para tamu nantinya. Selanjutnya mereka akan dihidangkan makanan dari tuan rumah yang dibantu ibu-ibu di sana sebagai bentuk terimakasih kepada masyarakat yang telah membantunya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini adalah untuk mempererat tali persaudaran dan juga meringankan beban dalam suatu keluarga, dimana masyarakat Desa Bakaru ingin mempererat hubungan persaudaraan diantara warga desa yang satu dengan warga yang lainnya. Selain itu juga sebagai bentuk siraturahmi dan menjaga kebersamaan, karena dengan diadakannya Makkabua Baruga ini mereka akan berkumpul dan makan bersama tanpa memandang perbedaan derajat dan perbedaan ekonomi.

Juga nilai-nilai yang melekat dalam Tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini yakni niai-nilai sosial, dimana mengajarkan kepada kita untuk selalu menjunjung tinggi kepedulian kita kepada sesama manusia karena hal tersebut sangat penting demi terjaganya kekompakan dalam masyarakat sebagai simbol indahnya budaya-budaya lokal. (*)

Terkait: Kabupaten PinrangKecamatan LembangMakkabua Baruga BottingPengantin

BERITA TERKAIT

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

1 Agustus 2023
Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

20 Maret 2023
Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

13 Januari 2023
Pesta Berujung Duka, Tinggal Beberapa Jam Akad Calon Mempelai Pria di Pinrang Diduga Akhiri Hidup

Pesta Berujung Duka, Tinggal Beberapa Jam Akad Calon Mempelai Pria di Pinrang Diduga Akhiri Hidup

28 Desember 2022
Dosen BKI IAIN Parepare Kolaborasi dengan STAI DDI Parepare Latih Calon Pengantin

Dosen BKI IAIN Parepare Kolaborasi dengan STAI DDI Parepare Latih Calon Pengantin

3 November 2022
Sempat Viral di Medsos, Ternyata Begini Cara Pengaturan Parkiran Motor di SMA Negeri 7 Pinrang

Sempat Viral di Medsos, Ternyata Begini Cara Pengaturan Parkiran Motor di SMA Negeri 7 Pinrang

26 September 2022
Selanjutnya
Nicky Clara, Keterbatasan Membuatnya Tangguh

Nicky Clara, Keterbatasan Membuatnya Tangguh

Berita Terbaru

Pameran Produk Olahan Susu Kambing, Wujud Komitmen Aplikatif dan Daya Saing Mahasiswa Peternakan Unibos

Pameran Produk Olahan Susu Kambing, Wujud Komitmen Aplikatif dan Daya Saing Mahasiswa Peternakan Unibos

22 Januari 2026
Tour Preneur Bidang Ekowir PIKOM IMM FISIP Berkunjung ke  Nutrihub Makassar

Tour Preneur Bidang Ekowir PIKOM IMM FISIP Berkunjung ke Nutrihub Makassar

22 Januari 2026
Rakerda TP PKK Parepare Jadi Momentum Awal Penyusunan Program Kerja Sepanjang 2026

Rakerda TP PKK Parepare Jadi Momentum Awal Penyusunan Program Kerja Sepanjang 2026

22 Januari 2026
Jembatan Rusak di Mattiro Sompe, Bupati Pinrang Minta OPD Bergerak Cepat

Jembatan Rusak di Mattiro Sompe, Bupati Pinrang Minta OPD Bergerak Cepat

21 Januari 2026
Wali Kota Parepare Buka Peluang Investor Kelola Gedung Eks CU

Wali Kota Parepare Buka Peluang Investor Kelola Gedung Eks CU

21 Januari 2026
Mattiro Sompe Juara Umum MTQ ke-34 Pinrang, Ungguli Tuan Rumah

Mattiro Sompe Juara Umum MTQ ke-34 Pinrang, Ungguli Tuan Rumah

21 Januari 2026
Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Wali Kota Parepare Apresiasi Dedikasi Jajaran Imigrasi

Hari Bhakti Imigrasi ke-76, Wali Kota Parepare Apresiasi Dedikasi Jajaran Imigrasi

21 Januari 2026
Atlet Sidrap Juarai Pickleball Kuliner Open Tournament di Wajo

Atlet Sidrap Juarai Pickleball Kuliner Open Tournament di Wajo

21 Januari 2026
Rakernas Apkasi Ditutup, Bupati Sidrap Komitmen Dukung Agenda Nasional

Rakernas Apkasi Ditutup, Bupati Sidrap Komitmen Dukung Agenda Nasional

21 Januari 2026
Bupati Sidrap Hadiri Raker Bersama Kepala Daerah se Indonesia di Batam

Bupati Sidrap Hadiri Raker Bersama Kepala Daerah se Indonesia di Batam

20 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.