Wartawan Pingsan saat Wawancara Gubernur Sulsel, Ternyata Begini Kronologisnya

Sejumlah wartawan dan tim Biro Humas Pemprov Sulsel foto bersama dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Kamis (7/11).

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Seorang wartawan media cetak harian di Makassar tiba-tiba pingsan saat mewawancarai Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Nurdin Abdullah di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/11/ 2019).

Sontak Gubernur Nurdin menghentikan wawancara dan langsung menolong wartawan yang sedang pingsan tersebut. Ternyata, sang wartawan tadi hanya berakting untuk memberi kejutan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di hari ulang tahunnya ke 56.  

Skenario wartawan pingsan saat wawancara ini ternyata telah disusun sejumlah awak media yang selama ini bertugas di Kantor Gubernur Sulsel.

Al Amin, wartawan media cetak Rakyat Sulsel yang bertugas ‘pingsan’ di tengah wawancara bersama Gubernur Nurdin, mengaku sempat bingung dengan tugas yang ia terima dari rekan-rekannya di Biro Humas Sulsel.

“Tapi karena ini hari spesial beliau, saya bersedia melakukan sesuatu yang berbeda,” jelas Al, sapaan akrabnya seperti dikutip dari rilis Biro Humas Pemprov Sulsel.

Menurut pria yang telah enam tahun menekuni aktifitas jurnalistik ini, di era kepemimpinan Nurdin Abdullah, koordinasi yang amat bagus terjadi di semua instansi.

“Sehingga semua proyek pembangunan di Sulsel bisa berjalan lancar. Ini karena koordinasi yang dibangun antar OPD sangat baik. Ia berusaha menghilangkan ego sektoral,” sebutnya.

Selain itu, menurut Al, pemerintahan Nurdin Abdullah berusaha mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan kepada masyarakat mudah sekali, serius. Saya lihat dan merasakan sendiri, pokoknya bapak keren,” ujarnya.

Senada dengan Al, jurnalis senior media cetak Berita Kota Makassar, Rahma, menilai satu tahun kepemimpan Nurdin Abdullah, ada beberapa gebrakan yang berhasil dilakukan.

“Yang paling terlihat beliau berusaha membuka akses jalan yang daerahnya terisolir. Selain itu, melakukan efisiensi dalam sistem birokrasi pemerintahan,”  tutur Rahma.

Jurnalis yang telah berkarier selama 16 tahun ini, menyebut Nurdin sebagai sosok yang rendah hati dan tidak terlalu mementingkan protokoler.

“Sehingga masyarakat dari kalangan manapun bisa dengan mudah menemui dan berbicara langsung dengan beliau,” terangnya.

Rahma menitipkan harapan agar program prioritas gubernur dan wakilnya di tahun pertama dapat terealisasi sesuai yang direncanakan. (rls)

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda