Mantan Ketua Persipare Sorot Transparansi Anggaran, Ini Jawaban Ketua KONI   

KONI
LOGO KONI. --int--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Mantan Ketua Harian Persipare, periode 2006-2010, Rahman Saleh mendesak agar KONI Parepare transparan soal penggunaan anggaran. Utamanya dalam setiap event seperti Porda.

Rahman Saleh saat ditemui di Sekretariat Forum Peduli Ummat (FPU) Parepare membeberkan pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua Harian Persipare pada periodenya. “Saat saya menjabat sebagai Ketua Harian Persipare ada pengadaan sepatu buat atlet dengan harga Rp500 ribu per atlet, tapi KONI saat itu membelikan atlet dengan harga Rp300 ribu. Inikan merugikan atlet saat ikut bertanding” tutur Mantan Anggota DPRD Parepare ini.

Karena itu, pengelolaan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Parpare untuk tahun 2018 ini harus transparan.

“Saya meminta agar KONI Parepare transparan mengelola dana operasional untuk setiap pelaksanaan event olahraga. Juga pada pembinaan atlet di masing-masing Pengurus cabang Olahraga,” tandas Rahman Saleh yang juga Caleg PBB Dapil Ujung ini. 

Sebelumnya, Rahman Saleh kepada PIJARNEWS mengungkap jika KONI selama ini menjadi perbincangan ketika ada event olahraga.

“Misalnya Pekan Olahraga Daerah, selalu saja ada keluhan dari atlet atau Ketua Pencab bahwa mereka kekurangan anggaran dan minim fasilitas. Ini kan miris. Dimana anggaran KONI yang begitu besar hingga dua miliar lebih. Masa kok tidak cukup? Jadi memang seharusnya KONI Parepare itu harus transparan dalam mengelola keuangan dan perlu diaudit,” tegasnya.

Ketua KONI Parepare Parman Farid ditemui usai menggelar konfrensi pers di Restoran Asia, Selasa, 23 Oktober 2018 dengan tegas membantah jika pengelolaan keuangan KONI tidak transparan.

”Saya pikir, kami sudah sangat  transparan soal anggaran. Karena anggaran itu ada pada masing-masing Pencab. Jadi anggaran di Pencab itu sudah jelas nilainya. Kemudian kami gelontorkan ke Pencab. Pencab inilah yang harus memberikan ke atletnya,” urainya.

Menurut Parman, KONI yang membiayai Pencab, sedangkan Pencab membiayai atlet.

“KONI itu punya Pencab. Pencab itu membiayai atlet. Jadi, kalau soal transparansi, kami sudah transparan, apalagi setiap tahun kami diaudit. Baik secara internal maupun eksternal. Juga ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelas Parman. (*)

Reporter: Amiruddin
Editor: Alfiansyah Anwar

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda