Ini Penyebab Jalur Parepare-Pinrang Macet 3 Kilometer, Antrean 1 Jam Lebih

Suasana saat terjadi kemacetan arus lalulintas di sekitar Bili-bili, Kabupaten Pinrang, Sabtu (16/11).

PINRANG, PIJARNEWS.COM – Jalur trans Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat, tepatnya di Bili-bili, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan macet hingga tiga kilometer. Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (16/11/2019) sore sekira jam 17.00 wita hingga 18.30 wita.

Pantauan PIJARNEWS, pemicu kemacetan kendaraan ini akibat pengaspalan jalan di sekitar jalur tersebut. Salah seorang petugas polisi yang dilengan bajunya tertulis Propam tampak kewalahan mengatur arus lalulintas. Akibatnya, kemacetan ini terjadi selama satu jam setengah.

Kemacetan juga dipicu akibat jalur ini sebagian merupakan tanjakan. Jalannya pun sebagian sempit karena masih ada proyek pelebaran jalan. Sehingga sebagian jalan masih berlubang di sisi kiri dan kanannya.  

Satu unit mobil polisi lalulintas menerobos, padahal pengendara lainnya sudah antre hampir dua jam. Akibatnya kemacetan kian parah, karena pengemudi lainnya ikut di belakang mobil polisi ini. –foto alfiansyah anwar/pijarnews–

Kondisi kemacetan kian parah, karena sebagian pengendara nekat menerobos antrean. Padahal pengendara lainnya sudah antre selama satu jam setengah.

Tak hanya pengendara berplat hitam, ternyata aksi terobos antrean juga dilakukan pengendara mobil polisi lalulintas.

“Bukannya memberi contoh atau turun mengatur lalulintas yang macet, tetapi pengemudi mobil lalulintas tersebut justru menerobos antrean dengan membunyikan sirine. Aksi terobos jalur ini pun diikuti mobil lainnya. Akibatnya, kemacetan kian parah,” ujar Rahma (42), seorang penumpang asal Parepare yang hendak ke Pinrang. Rahma mengaku terjebak macet hingga 1 jam 30 menit.  

Sejumlah pengendara berharap, proyek pengaspalan jalan dan perbaikan jalan ini mestinya dikerjakan bukan menjelang hari libur di akhir pekan. “Sebab banyak warga yang hendak pulang ke kampung halamannya. Atau sejumlah warga hendak ke kota untuk berlibur. Akibatnya, arus kendaraan cukup padat,” ujar Aan Anggara, seorang pengendara mobil Kijang LGX.   

Ia juga berharap, pimpinan proyek aspal tersebut berkoordinasi dengan petugas perhubungan dan petugas polisi lalulintas setempat. “Agar ada yang mengatur arus lalulintas. Sebab biasanya dari arah berlawanan tidak seimbang jumlah pengendara yang diperbolehkan melintas,” kata Aan.   

Pantauan PIJARNEWS, jalur ini memang merupakan jalur padat arus lalulintas. Sebab jalur ini menghubungkan antara provinsi Sulawesi Selatan dengan Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah. Bahkan jalur ini merupakan jalur menuju Manado, Sulawesi Utara. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

 

 

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda