Dukungan Terus Mengalir untuk Bu Darma

* Aliansi Mahasiswa Stain Gelar Aksi Damai

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Puluhan mahasiswa dari Stain Parepare mengadakan aksi didepan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Senin 31/7. Mereka menamakan diri Aliansi Mahasiswa Parepare. Mereka terdiri dari BEM, Libam, Animasi, Porma dan PMII.

Kordinator Aksi, Mubarak mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan aksi gerakan #SaveBuDarma. “Vonus bu Darma menjadi bukti, bahwa tidak adanya perlindungan hukum kepada guru. Kami menuntut kepada pemkot Parepare dan DPRD untuk membentuk tim pencari fakta mengenai kasus itu,” jelasnya.

“Kedepan, aksi-aksi seperti tetap akan kita lakukan sampai kasus ibu darma selesai,” imbuh Mubarak.

Senada, Ketua PMII Nurham Sadiq menambahkan, jika tuntutan mereka tidak digubris, akan dilakukan aksi susulan. “Dan tentunya dengan massa yang lebih banyak lagi,” ancamnya.

Kasus ini menjadi viral dan menjadi perhatian nasional. Darma adalah guru agama di SMA 3 Parepare yang dipidana lantaran dianggap melakukan kekerasan terhadap siswanya, AA, November lalu. Darma divonis 3 bulan penjara dengan 7 bulan masa percobaan.

* Sikap IMM Parepare

PC IMM Kota Parepare berkomitmen mengawal kasus Bu Darma hingga bebas murni. Hal itu disampaikan Ketua IMM Parepare Syahrul Ramadhan.

“Kami menilai ini adalah vonis yang gegabah, karena mengabaikan aturan lain seperti UU perlindungan guru, serta kemaslahatan dan dampak sosial dari vonis itu nantinya. Apalagi, akademisi menganggapnya cacat hukum,” urai Syahrul dalam rilisnya ke PIJAR, Senin 31/7.

Perlakuan Bu Darma terhadap siswanya, dia nilai masih cukup wajar. Apalagi dalam Islam, boleh memukul anak umur 10 tahun keatas jika menolak salat. “tentu pukulan yang dimaksud adalah untuk mendidik. Yang tidak wajar justru tidak adanya belaskasih dan penghormatan siswa pada guru,” katanya.

PC IMM Kota Parepare menyatakan sikap siap mendukung ibu Darma terbebas dari vonisnya untuk mengajukan banding. “Kita percayakan kepada ahlinya (bidang hukum) untuk menuntaskan kasus ini,” tutup Syahrul. (mul/ris)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News