toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Rabu, 4 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Budaya dan Sastra

Cerpen: Di Kampung Cinta, Mengalir Sungai Rasa (Menyongsong Hari Jadi Kota Bandar Madani)

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
09:34, 12 Februari 2017
di Budaya dan Sastra, Sulselbar
Waktu Baca: 4 menit
Cerpen: Di Kampung Cinta, Mengalir Sungai Rasa (Menyongsong Hari Jadi Kota Bandar Madani)

Sungai Rasa mengalir sejuk mengisi relung-relung kehidupan Kampung Cinta. Pada suatu masa di bantaran Sungai Rasa, hiduplah keluarga sederhana. Pak Rahman dan keluarga serta penduduk Kampung Cinta hidup dari karunia alam, mereka bercocok tanam buah-buahan. Pak Rahman menanami lahannya yang sekira sehektar dengan buah apel, jeruk, stroberi, juga sebagian lagi ditanami cabai. Masyarakat Kampung Cinta hidup bersahaja.

Kampung Cinta, pesona keindahannya tersebar ke pelosok negeri, masyarakat menikmatinya dengan suka cita. Namun disetiap tempat ada saja yang berbeda. Tetangga Pak Rahman, Pak Resah menunjukkan ambisinya untuk lebih menyemarakkan Kampung Cinta, agar pesonanya tidak hanya dikenal di pelosok negeri tapi juga hingga pelosok luar negeri. Sugesti ambisi Pak Resah berusaha di tularkan pada keluarganya dan juga warga Kampung Cinta. Dikenal sebagai pemilik lahan perkebunan terluas di Kampung Cinta, Pak Resah memboyong tetangganya dan beberapa warga untuk pelesir ke negeri Singa. Kecuali Pak Rahman, dia memilih untuk menikmati masa pasca panen itu untuk berkunjung ke rumah gurunya yang berada di atas Bukit Rindu, sekira 777km dari Kampung Cinta.

Di negeri Singa, Pak Resah yang telah berulang kali pergi pulang ke negeri itu menceritakan ambisinya dan menyugesti keluarga dan warga kampung. Pak Resah ingin menjadikan lahannya dan Kampung Cinta serpihan dari negeri Singa. Lampu-lampu dimana-mana, bangunan-bangunan megah, jembatan full variasi membelah Sungai Rasa, hingga melebarkan jalan Kampung Cinta. Pak Resah berharap dengan begitu, dia akan mendapatkan semakin banyak uang dari banyaknya pengunjung ke lahannya nanti dan Kampung Cinta.

Tak lama setelah berkunjung dari negeri Singa. Pak Resah memulai langkah-langkah mewujudkan ambisinya. Dia menjadikan lahannya sebagai jaminan di Bank untuk modal membangun ambisinya. Lahan Pak Resah pun disulap penuh lampu-lampu, bangunan megah, jembatan full variasi membela Sungai Rasa, dan dilahannya jalanan dilebarkan. Dalam proses membangun ambisinya itu, Pak Resah menjadi power syndrome, kadang arogansi dan amarahnya dipertontonkan pada keluarga dan tetangga-tetangganya, karena mereka melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan keinginannya. Tidak hanya itu Pak Resah bersifat angkuh pada sesamanya pemilik lahan perkebunan di Kampung Cinta.

Lahan Pak Resah kini gemerlap, dia mengundang orang-orang penting menikmati kemilau lahan yang telah disulapnya. Orang-orang berdecak kagum, Pak Resah dipuji sampai ke surga. Tapi tidak bagi masyarakat, pembangunan lahan Pak Resah berpengaruh buruk untuk Kampung Cinta.

Baca Juga

Narwastu Journaliza, Siswi SMA Muhi Asal Makassar Juara I Lomba Menulis Cerpen di Yogyakarta

Kelahiran Amparita-Sulsel, Tokoh Pers Nasional Salim Said Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Mendiang Ibu

Hal berbeda dilakukan oleh Pak Rahman, pasca panen setelah belajar mendalami cocok tanam buah di Bukit Rindu. Sembari Pak Resah membangun ambisinya. Pak Rahman melakukan hal-hal sederhana, membenahi sistem cocok tanam di lahannya, Pak Rahman merekrut beberapa warga khususnya yang kurang mampu dan dilatihnya dengan pemahaman cocok tanam buah yang baik, dimulai dari pemilihan bibit, proses penanaman, perawatan, hinga nanti cara panen, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Saat Pak Resah membangun fisik lahannya, Pak Rahman fokus membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kampung Cinta.

Musim penen tiba di Kampung Cinta, Pak Rahman menuai apa yang ditanamnya, dari lahan sekira satu hektar miliknya, dia bisa menjadi pemilik perkebunan buah dengan hasil panen terbanyak dengan kualitas buah yang baik. Dengan sikap Pak Rahman yang ramah dan santun serta peduli pada nasib orang yang tidak mampu, membuatnya banyak disukai warga Kampung Cinta. Berbeda dengan hasil panen Pak Resah, lahannya gagal panen, buah-buahnya banyak yang rusak dan busuk, banyak yang mengira itu mungkin pengaruh pembangunan ambisinya pada lahannya. Pak Resah sepertinya harus mengubur harapannya akan meraup untung banyak dari pengunjung penikmat-penikmat buah dengan kualitas bangunan fisik yang mewah. Saat ini, Pak Resah harus menanggung kerugian tiga kali lipat. Pertama, gagal panen. Kedua, utang bank melilitnya. Ketiga, impiannya selama ini untuk menjadi kepala kampung tidak dapat dia raih.

Pak Rahman yang terpilih menjadi Kepala Kampung Cinta didatangi banyak pemilik lahan perkebunan untuk belajar cocok tanam buah yang baik. Hingga Pak Rahman menggagas Balai Pelatihan khusus cocok tanam buah, diperuntukkan bagi siapa saja. Kampung Cinta pun tak hanya dikenal sebagai penghasil buah kualitas tinggi tapi juga dikenal sebagai penghasil petani-petani buah yang baik.

Pak Rahman dikenal sangat peduli pada pembangunan Sumber Daya Manusia Kampung Cinta. Baginya tidak ada tawar menawar untuk pengembangan imajinasi, kreatifitas, inovasi dan semangat untuk menjadi lebih baik di masa depan. Setiap pasca panen, puluhan pemuda-pemuda pilihan Kampung Cinta diutus untuk belajar berbagai keilmuan keluar negeri. Pemilik lahan diajak Pak Rahman untuk membiayai dan memfasilitasi pemuda-pemuda tersebut.

Pak Rahman tidak berambisi merubah Kampung Cinta seperti luar negeri yang dihiasi lampu-lampu, jalanan lebar, jembatan full variasi bling-bling, juga bangunan mewah. Pak Rahman melakukan kebalikannya. Bangunan traditional dikuatkan, dipertahankan dan dirawat bersama budaya Kampung Cinta. Setiap pengunjung Kampung Cinta dibuatkan batas kendaraan bermesin, lahan perkebunan warga dijaga kealamiannya. Pengunjung difasilitasi delman-delman untuk mengelilingi dan menikmati areal perkebunan dan mereka dapat memetik buah langsung dari pohonnya. Bangunan-bangunan dibuat sederhana dan bermanfaat langsung untuk kebutuhan warga. Sejak Pak Rahman terpilih, warga dan pengunjung menggunakan perahu hilir mudik menyebrang atau mengikuti arus Sungai Rasa, dan buah-buah juga bisa dipetik dari atas perahu.

Di Kampung Cinta, pengunjung betah menginap di rumah-rumah warga walau hanya dihiasi lampu pelita sederhana dan disinari rembulan malam. Setiap warga Kampung Cinta menghias rumah-rumah mereka dengan senyuman dan keramahtamahan, tercermin dari sikap pemimpin mereka yang bersahaja.

Pemuda-pemuda yang setiap pasca panen dikirim untuk belajar di luar, satu persatu menyelesaikan pelajarannya dan kembali ke Kampung Cinta. Dengan bantuan mereka Kampung Cinta kini dikenal sebagai eksportir high recommended hingga ke pelosok-pelosok luar negeri.

Kebiasaan Pak Rahman sederhana, mungkin itu adalah kebahagiaan yang dititipkan Pencipta padanya. Dia berkeliling kampung dari rumah ke rumah bercerita, minum kopi bersama, berbagi pengalaman, menguatkan harapan, memudahkan urusan, menegakkan kebersamaan, merawat saling menghormati, menghargai impian, memeluk kasih sayang, juga menebarkan rasa cinta pada kampung.

Di Kampung Cinta mengalir Sungai Rasa.

ditulis oleh:

Muhammad Ibrahim Leman @ibrahlaiman
(Penggiat Komunitas Parepare Menulis)

 

 

Terkait: cerpenIbrah La ImanJurnalis IndonesiaKampung Cinta

BERITA TERKAIT

Narwastu Journaliza, Siswi SMA Muhi Asal Makassar Juara I Lomba Menulis Cerpen di Yogyakarta

Narwastu Journaliza, Siswi SMA Muhi Asal Makassar Juara I Lomba Menulis Cerpen di Yogyakarta

27 Februari 2025
Kelahiran Amparita-Sulsel,  Tokoh Pers Nasional Salim Said Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Mendiang Ibu

Kelahiran Amparita-Sulsel, Tokoh Pers Nasional Salim Said Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Mendiang Ibu

19 Mei 2024
Keturunan Suku Jawa, Siswa SMP Negeri 9 Parepare Ini Juarai Tulisan Cerpen Bahasa Bugis

Keturunan Suku Jawa, Siswa SMP Negeri 9 Parepare Ini Juarai Tulisan Cerpen Bahasa Bugis

6 Desember 2023
Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Pers Mahasiswa

Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Pers Mahasiswa

13 September 2020
Satire: Kalau Bisa Mahal Kenapa Harus Murah

Satire: Kalau Bisa Mahal Kenapa Harus Murah

18 Juni 2019
Ibrah La Iman: Puncak Hanyalah Dasar di Ketinggian (Refleksi Hari Lahir HIPMI ke 47)

Ibrah La Iman: Puncak Hanyalah Dasar di Ketinggian (Refleksi Hari Lahir HIPMI ke 47)

10 Juni 2019
Selanjutnya
RMS Jalan Bersama Ribuan Warga Sidrap

RMS Jalan Bersama Ribuan Warga Sidrap

Berita Terbaru

Belajar Bertahan di Zaman AI

Belajar Bertahan di Zaman AI

4 Februari 2026
Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

1 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026
Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

30 Januari 2026
Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

30 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.