Bara Masoud Qori Internasional Asal Palestina Tampil Memukau di Parepare, Sebut Al Quran Pedoman Dunia Akhirat

Bara
Bara Masoud

PAREPARE, PIJARNEWS.COM –Kitab suci Al Quran memiliki keutamaan. Al Quran adalah firman Allah sebagai pedoman dan petunjuk, dan umat akan mendapat kebahagian dunia dan akhirat.

Hal ini disampaikan qari internasional asal Gaza, Palestina Bara Masoud dalam Gathering Qurani, One Care di Masjid Agung Anregurutta’ KH Ambo Dalle, Sabtu 6 Juli 2019.

Bara yang menyampaikan testimoni kemudian diterjemahkan Taufik Fais, aktivis sosial dakwah saat ditanyakan tentang keutamaan Al quran mengatakan, Al Quran akan memberi hidayah. Melalui Al Quran kehidupan di dunia akan dimudahkan dan diberkahi dan di akhirat akan meninggikan derajat manusia.

Menurut Bara dengan penghafal Qur’an derajat manusia akan semakin tinggi dengan membacanya.

“Kita hafal Al Qur’an, maka seperti itu akan dinaikkan derajat oleh Allah SWT. Ayo sama-sama bersama dengan Al Quran kita dapat kebahagian dunia dan akhirat,” kata Bara.

Bara mengungkap, datang jauh dari Gaza untuk menyebarkan dakwah tentang Al Qur’an. Ia mengaku sudah tiga pekan berada di Indonesia mulai tanggal 15 Juni.

Jamaah Masjid Agung berswafoto
Jamaah Masjid berswafoto saat Bara Masoud, qori internasional tampil berbicara dalam kegiatan gathering qur’ani di Masjid Agung Parepare.

“Sudah keliling di pelbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Semarang, Solo, Samarinda, Balikpapan, dan saat ini hadir di Kota Parepare,” kata Bara.

Menurut Bara, melalui Al Quran kehidupan di dunia akan dimudahkan dan diberkahi.
Bara mulai  menghafal Al-Qur’an sejak umur 6 tahun. Di Gaza orang belajar di camp dan awalnya menghafal Al Qur’an dengan mendengar dari Syekh (pimpinan ulama) perlahan akan tahu.

“Setelah mendengar kita akan membaca Al Qur’an sampai hafal Al-Qur’an di umur 15 tahun dan menyelesaikan 30 juz. Makanya, kita harus menjadi seperti Bara diumur dini sudah hafal Alquran,” ungkap Taufik Faiz yang menerjemahkan ucapan Bara.

Menurutnya, saat ini Gaza dalam keadaan sulit, saat umat Islam bersuka cita menyambut Ramadhan lalu, umat muslim Gaza justru menyambutnya dengan mortir dan bom Israel.

“Meski dalam keadaan seperti itu kita tetap bersyukur, karena Allah bersama kita. Makanya kita harus belajar dari Gaza yang tetap bersyukur dan yakin Allah bersama dengan mereka,” katanya.

Bara juga menyampaikan terima kasih kepada umat lslam Indonesia karena telah membantu dengan doa dan bantuan apa pun yang bisa dikirim ke Palestina untuk membantu umat Islam di Gaza.

“Yang perlu dicontoh dari muslim Gaza meski tempat mereka dibombardir Israel,  mereka tetap memuji Allah SWT, meski dalam keadaan susah mereka tetap bersyukur,” katanya.

Di bagian lain Bara juga mengungkap meski lahir dan besar di Palestina 20 tahun silam, namun belum pernah sekalipun merasakan salat di Masjid Al Aqsa. Dia hanya bisa melihat melalui gambar dan tidak pernah salat disana. “Bapak saya saja yang sudah 50 tahun juga tidak pernah salat ke sana, karena ada jalan pemisah dari Alquds dan Yerusalem yang dibuat Israel dengan berusaha menghalang-halangi umat Islam, sehingga tidak bisa salat. Begitu kejam Israel dengan memblokade dan membom Gaza,” kata Bara.

Relawan One Care, Bahtiar mengatakan, saat ini, warga Palestina membutuhkan sarana air bersih karena air sudah terkontaminasi racun oleh bombardir Israel.

“Melalui One Care kami memprogramkan
water station, pengolahan air bersih dan jaringan pipa. Rencananya, air disuplai melalui mobil tangki dan roda tiga kemudian didistribusi ke bak warga. Membangun water station karena kondisi masyarakat sangat memprihatinkan. Air terkontaminasi racun oleh bombardir Israel,” kata Bahtiar.

Ia menyebut, anak anak Gaza sebagian terkena ginjal karena air sudah tercemar limbah berbahaya. “Karena itu kita akan bangun pengolahan air bersih, semoga ini menjadi solusi bagi penderitaan dari saudara kita di Gaza sana. Meski pun total dana yang dibutuhkan Rp 3,6 Miliar namun kita akan bersama-sama umat muslim Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, One Care juga akan memprogramkan pembangunan
pabrik roti di Yaman untuk memperbaiki gizi anak-anak Gaza karena kekurangan gizi, termasuk program sejuta kurban untuk Palestina. Turut hadir Presiden Syabab Islamic Organizer, Supriadi yang membuka Gathering Qur’ani yang dihadiri ribuan umat Islam Parepare. Gathering Qur’ani ditutup dengan pengumpulan donasi utk warga Palestina. Selain itu, sejumlah jamaah laki-laki ikut berfoto dengan Bara.

Sebelumnya, Bara juga sempat melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan bernasyid. Saat memasuki waktu salat Maghrib, Bara menjadi imam. (arb/alf)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda