MAJENE, PIJARNEWS.COM- Organisasi Muhammadiyah menyatakan kesiapannya untuk membangun kampus baru di Kabupaten Majene, setelah sukses mendirikan institusi pendidikan tinggi di dua kabupaten lain di Sulawesi Barat.
Wacana pendirian kampus Muhammadiyah di kota yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” ini disampaikan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Wahyun Mawardi, saat menghadiri acara Silaturahmi Syawalan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati pada Sabtu (26/4/2025).
“Kalau Pak Bupati bisa memberi bantuan lokasi, Insya Allah kami siap bangun kampus di Majene,” ungkap Wahyun dalam sambutannya di hadapan para peserta syawalan.
Wahyun menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah berhasil membangun dua institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Barat, yaitu Universitas Muhammadiyah Mamuju dan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar. Keberhasilan ini menjadi landasan keyakinan organisasi untuk memperluas jaringan pendidikan tingginya ke Kabupaten Majene.
Ketua PWM Sulbar tersebut juga menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir dengan keberadaan banyak kampus di Majene, baik negeri maupun swasta. “Yang kita siapkan adalah mutu, kita persaingkan mutu,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Wahyun mencontohkan kondisi di DI Yogyakarta yang juga dikenal sebagai kota pelajar. “Di sana banyak kampus, kampus negeri, tapi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas ‘Aisyiyah yang dimiliki Muhammadiyah tidak kalah,” ucapnya.
Menurutnya, pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk di kota-kota dengan banyak kampus seperti Yogyakarta, membuktikan bahwa fokus pada kualitas pendidikan adalah kunci keberhasilan dalam persaingan dunia pendidikan tinggi.
Rencana pembangunan kampus Muhammadiyah di Majene ini menambah dinamika dunia pendidikan tinggi di kabupaten tersebut, yang diperkirakan akan menciptakan persaingan positif dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ada.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Majene terkait tawaran kerja sama penyediaan lahan untuk pembangunan kampus Muhammadiyah tersebut. (rls)



















