GOWA, PIJARNEWS.COM–Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Sulsel menerapkan sistem baru pada pada awal Tahun Ajaran 2025, yatu I’ddad.
Progam I’ddad ini pertama kalinya diterapkan sejak dibuka sistem pesantren pada tahun 2022. Program I’ddad ini diperuntukkan untuk semua santri (termasuk santri baru) dengan masa tiga bulan, kemudian diikuti dengan pembelajaran formal.
Mulai bulan Agustus 2025 para santri mengikuti pembelajaran I’ddad dengan materi dasar Tahsin Qur’an, praktik ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, Bahasa Arab dan penguatan adab.
Materi ini sangat strategis mengawali kemandirian kehidupan santri di pondok, terutama bagi santri baru.
Program I’ddad ini akan membangun sistem baru secara keseluruhan dalam kehidupan pondok pesantren yang berlokasi di Belapunranga, Gowa, Sulsel.
Kesuksesan program I’ddad ini didukung oleh para musyrif dan musyrifah, termasuk para alumni yang berperan sebagai mudabbir yang tergabung dalam tim pamateri dan pembina I’ddad, yaitu Ustaz Saipul, Ustaz Alfian, Ustazah Rusni, Ustaz Abdullah, Ustaz Jihad, Ustzah Riskayanti dan Ustzah Aufa.
Diharapkan setelah program iddad ini, dapat berjalan kehidupan pondok sesuai prinsip Islam, pola akhlak terbentuk dengan baik dan santri dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. (*)
Citizen Reporter: Ahmad Yasser Mansyur (Manajemen SDKader Hizbul Wathan)

















