GOWA, PIJARNEWS.COM–Santri Hizbul Wathan Pesantren Muhammadiyah Sulsel yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ranting Pesantren HW (IPM HW) menggelar Lomba Anak Peduli Palestina – dalam rangka Syukur Nikmat 17 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/8/2025) lalu.
Di tengah santri mengikuti program I’ddad (3 bulan) dan latihan lomba Kemah Tahfidz Pesantren Muhammadiyah Sulsel (di Sidrap pada bulan September nanti ) santri HW meluangkan waktu untuk berbagi kegembiraan bersama anak-anak Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa.
Sejak beberapa tahun lalu Pesantren HW mengadakan peringatan 17 Agustus Kemerdekaan RI dengan melibatkan warga desa sekitar pesantren. Baru tahun 2025 ini kegiatan ditangani oleh santri IPM dan melibatkan peserta dari anak-anak Usia Dini, TK, TPA Masjid dan SD desa Sekitar.
Respons anak-anak sebagai peserta sangat antusias. Sejak dibuka pendaftaran pada tgl 1-10 Agustus 2025, peserta hampir mencapai 100 anak. Kegiatan lomba diadakan pada tgl 12-13 Agustus di Pesantren HW, yang betempat di BLK HW, Masjid, Ruang kelas, dan lapangan HW.
Terdapat dua jenis lomba yang diselenggarakan yaitu: lomba keagamaan (berwudhu, peragaan salat, azan, tilawah, Tahfiz Qur’an dan lari syahadat) dan lomba anak Palestina terdiri atas: mewarnai gambar anak Palestina , puisi, cerita tentang anak Palestina). Sebelum lomba, anak-anak peserta melaksanakan salat asar berjamaah.
Ada satu jenis lomba yang sangat meriah diikuti peserta yaitu lari syahadat. Lomba ini diciptakan oleh pembina HW, degan menyisipkan rukun Islam dan rukun Iman dalam bendera merah-putih sambil berlari. Semua lomba dapat berjalan dengan baik dan sukses. Anak-anak peserta merasa senang dan bahkan anak-anak berharap dadakan lomba kembali pada tahun. Almarhum H.Abdul Qadir Sarro sebagai Pendiri pesantren HW berpesan kepada kader HW, bahwa dalam berdakwah hendaklah kita menggembirakan masyarakat dan senantiasa ikhlas dalam berjuang.
Kemudian, dalam penerimaan hadiah pemenang lomba turut hadir para orangtua anak, tokoh masyarakat, guru-guru TPA- SD, dan pimpinan pondok. Beberapa tim pembina santri IPM turut mendukung acara ini: Ustad Saipul, Ust Alfian, Ust Abdullah, Ust Jihad, Ibu Misna dan ustadzah Rusni, serta para Mudabbir (Ikram dan Imam). Adapun pengurus IPM HW yang menjadi tim inti penyelenggara kegiatan lomba adalah Gavin, Bilal, Adam, Puri, Febi, Syifa, Fitria, Sulis, Nia dan Isni.
Diharapkan dari kegiatan itu anak- anak dapat peduli dan berempati permasalahan kemanusiaan dan serta mendukung perjuangan masyarakat Palestina dalam meraih kemerdekaan. Selain itu masyarakat dapat mengenal langsung Pesantren HW, sehingga terjalin semangat silaturahim dalam menyukseskan pendidikan di Desa Belapunranga. Bagi santri IPM, kegiatan ini menjadi ajang latihan mengelola kegiatan, berorganisasi dan kepemimpinan. (*)
Citizen Reporter: Ahmad Yasser Mansyur, PhD (Dosen Psikologi Islam Universitas Negeri Makassar)

















