Rektor IAIN Parepare Ingatkan Bahaya Berita Hoax dan Ujaran Kebencian

Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan (pakai dasi) bersama Wakil Walikota Parepare Pangerang Rahim (tengah) dan sejumlah pejabat IAIN Parepare.
Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan (pakai dasi) bersama Wakil Walikota Parepare Pangerang Rahim (tengah) dan sejumlah pejabat IAIN Parepare.

PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Kegiatan ramah tamah kembali dilanjutkan usai melaksanakan upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-73, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di IAIN Parepare. Kegiatan tersebut disemarakkan oleh sejumlah pegawai yang bernaung di Kementerian Agama Kota Parepare.

Kegiatan ramah tamah ini dilaksanakan di Auditorium IAIN Parepare. Rektor IAIN Parepare, Dr Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mengingatkan agar berhati-hati terhadap berita hoax dan ujaran kebencian. Hal ini dikarenakan maraknya berita-berita hoax yang tersebar khususnya terkait masalah agama dan ujaran kebencian. Terlebih lagi di tahun politik saat ini.

Sementara, Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim yang turut hadir dalam upacara peringatan HAB sekaligus ramah tamah melihat adanya cerminan kerukunan dalam beragama di Kota Parepare. Karena kegiatan HAB Kemenang ini peserta yang hadir bukan hanya yang beragama Islam, tetapi juga non muslim, termasuk pemberian tanda kehormatan (satya lencana).

Wawali Parepare, Pangerang Rahim saat memberi penghargaan kepada ASN dalam lingkup IAIN Parepare.
Wawali Parepare, Pangerang Rahim saat memberi penghargaan kepada ASN dalam lingkup IAIN Parepare.

“Yang hadir bukan cuma orang Islam. Kemarin saat acara gerak jalan juga banyak peserta dari non muslim. Ini menunjukkan ada kebersamaan, ada kekompakan, soliditas antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Pangerang Rahim usai upacara.

Lebih lanjut, Pangerang Rahim juga mengungkapkan pemberian penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi motivasi kerja.

“Pemerintah Republik Indonesia khususnya kementerian Agama menghargai aparatur sipil negara yang memang telah mengabdikan diri, bekerja dalam waktu tertentu seperti 10 tahun, 20 atau 30 tahun. Itu sebuah prestasi yang dianggap perlu oleh pemerintah untuk diberikan penghargaan sebagai motivasi,” jelasnya. (hyn/alf)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda