Rektor IAIN Parepare Beri Wejangan Bugis kepada 901 Peserta KPM 2018

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi menggelar upacara pelepasan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2018 yang dipimpin Rektor IAIN Parepare, Dr Ahmad Sultra Rustan di Halaman IAIN Parepare dekat Masjid, Sabtu 28 Juli 2018.

Dalam upacara pelepasan tersebut diikuti 901 mahasiswa yang akan menempati 12 Kecamatan di Kabupaten Sidrap dan Desa Latimojong, Kabupaten Enrekang sebagai desa binaan IAIN Parepare. Total desa yang menjadi lokasi KPM sebanyak 105 desa.

Seperti pada tahun sebelumnya, keberangkatan mahasiswa KPM 2018 bekerjasama pihak Korem, sehingga para peserta KPM nantinya akan diberangkatkan melalui armada yang disiapkan pihak Korem sebanyak tiga mobil dengan durasi waktu 4 hari yaitu Senin sampai Kamis.

Dr Zainal Said, Ketua P3M IAIN Parepare dalam sambutanya berharap KPM 2018 ini berjalan dengan lancar.

“Kami harapkan agar peserta menjaga kebersamaan sesuai dengan arahan pada pembekalan dan teori yang selama ini diperoleh bisa diaplikasikan di masyarakat. Karena pada dasarnya kita akan berkuliah di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Dr Ahmad Sultra Rustan, Rektor IAIN Parepare menegaskan tentang pentingnya menjunjung tinggi kode etik kampus di lokasi KPM.

“Mudah-mudahan kita semua betah dalam menjalankan kuliah kita, yaitu kuliah pengabdian pada masyarakat. Saya berharap kita semua jangan salah masuk. Masuklah dengan sebaik-baiknya dan sopan. Bawalah tagline kita yaitu Melebbi Warekkadanna, Makkiade Ampena, yang berarti santun dalam berbicara, sopan dalam berperilaku.  Di dalamnya melekat kode etik kita, dan bagi yang melanggar akan diminta meninggalkan lokasi, serta tidak bisa melanjutkan kegiatan yang secara otomatis yang bersangkutan dinyatakan tidak lulus dalam KPM,” tegasnya.

Salah seorang peserta, Asri sangat gembira bisa menjadi salah satu peserta KPM 2018. “Semoga kami bisa menjalankan tugas sebaik mungkin di tengah-tengah masyarakat. Ini juga sebagai bentuk sosialisasi agar peralihan status kampus dari STAIN menjadi IAIN bisa lebih dikenal luas di berbagai wilayah,” ungkap Asri. (*)

Reporter : Hamdan
Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda