MAKASSAR, PIJARNEWS.COM— Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menggelar kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (22/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung secara daring ini bukan hanya seremonial penyambutan, tetapi juga penguatan visi akademik kampus yang berorientasi pada pendidikan berbasis riset.
Acara ini dibuka oleh Dekan FISIP UPRI, Nuddin, S.Sos., M.Si., yang menegaskan visi fakultas: “Terwujudnya FISIP UPRI yang unggul dan terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis riset di kawasan Timur Indonesia tahun 2029.” Hal ini menjadi pijakan penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan akademik sekaligus dunia kerja.
Dalam pemaparan visi akademik, ditegaskan pula bahwa Ilmu Komunikasi UPRI memiliki tiga konsentrasi utama yang siap membentuk keahlian mahasiswa agar lebih kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri, yakni:
- Development Communication – fokus pada advokasi, isu sosial, dan pembangunan.
- Digital Marketing Communication – fokus pada branding, media sosial, dan kampanye digital.
- Visual Communication – fokus pada desain, storytelling, dan pesan visual.
Sebagai narasumber pertama, Andi Asy’hary J. Arsyad, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi sekaligus alumni UPRI, memaparkan materi Membangun Masa Depan Melalui Komunikasi. Ia menekankan bahwa komunikasi adalah jantung kehidupan sosial, sekaligus keterampilan utama di era digital untuk menghadapi hoaks, membangun branding, dan menyuarakan isu-isu sosial
Narasumber kedua, Nur Fauziah Syams Musamma, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi UPRI, membawakan materi Budaya Akademik dan Kehidupan Mahasiswa. Ia menegaskan bahwa budaya akademik bukan hanya aktivitas di kelas, tetapi juga mencakup kejujuran ilmiah, sikap kritis, disiplin, serta kolaborasi yang inklusif.
Kehadiran alumni berprestasi, Syaputri Indra Dewi, S.I.Kom., turut memberikan inspirasi. Alumni Ilmu Komunikasi UPRI yang berpengalaman di dunia pertelevisian lokal dan nasional ini kini berkarier sebagai staf Humas RS Tadjuddin (Kementerian Kesehatan RI). Ia menekankan bahwa komunikasi bukan sekadar pekerjaan, tetapi sarana untuk lebih santun, menghargai orang lain, dan membawa perubahan positif.
Acara yang dimoderatori oleh Husnul Hidayah Binti Patahilla, S.P., M.Si., dosen Ilmu Komunikasi UPRI, ditutup dengan pernyataan Janisa Pascawati Lande, S.Sos., M.I.Kom., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UPRI. Ia menegaskan bahwa: “Di UPRI, kamu akan belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendalam. Materi perkuliahan berasal dari penelitian dosen sendiri dan disampaikan dengan beragam metode. Selain itu, program di luar kelas juga memperkaya pengalaman dan keterampilan mahasiswa.”
Melalui penyambutan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UPRI berharap dapat melahirkan mahasiswa yang mampu berkontribusi nyata kepada masyarakat. Mahasiswa diarahkan menjadi insan yang Gemilang, Terampil, dan Beretika, siap menjawab tantangan komunikasi di era modern. (rls)



















