GOWA, PIJARNEWS.COM–Pertama kalinya Pesantren Hizbul Wathan mengadakan Wisuda tahfidz dan penamatan santri tingkat MTs dan SMA.
Wisuda tahfidz dan penamatan santri sejak dibuka sistem santri mukim pada tahun 2022.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Haflah Akhirussanah (syukuran akhir tahun ajaran) yang dilaksankan pada hari Ahad (22/6/2025) atau 26 Zulhijjah 1446 H /, di Gedung BLK (pengolahan hasil pertanian) Pesantren Hizbul Wathan Desa Bela Punranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Menurut Ustaz Alfian sebagai ketua pantia, sebelumnya terdapat kegiatan pendukung lainya, yaitu outbound di alam, pelatihan manasik haji-pengabdian masyarakat santri HW, tasmi hafalan qur`an dan munaqasyah.
Kegiatan Haflah Akhirussanah ini juga dirangkai dengan peringatan Milad ke-19 Pesantren HW dan pemberian apresiasi kepada donator tetap HW. Acara ini dihadiri oleh pemerintahan Kecamatan Parangloe, PCM Parangloe, Kepala Desa Belapunranga, pimpinan, guru dan Musyrif HW. Selian itu juga dihadiri para orangtua/wali santri dan donatur tetap pesatren HW.
Sebelum dilakukan wisuda tahfidz dan penamatan, santri terlebih dahulu santri diuji kemampuan hafalannya oleh audiens.
Pesantren HW melepas kader terbaik, dengan 7 orang alumni. Pesantren HW memfokuskan pada pengembangan kualitas santri dengan kualifikasi kemampuan kemandirian, kepemimpinan dan memiliki jiwa qur`ani.
Menurut Mudir HW, Drs.H. Bahrun Lira, Msi, alumni HW merupakan kader dan anak panah Muhamamdiyah. Dengan kemampuan yang dimilkinya itu diharapkan santri dapat beradaptasi dimana saja, dengan ikut serta mencerahkan kehidupan ummat dan bangsa dengan prinsip hidup Alquran. Dengan modal pendidikan formal, pelajaran bahasa Arab dan hafalan Quran santri dapat melanjutkan studi S1 di Perguruan Tinggi dalam negeri dan luar negeri.
Menurut Mudir HW, Pesantren Hizbul Wathan membuka pendidikan formal dengan program non mukim untuk masyarakat desa pada tahun 2006. Untuk sistem Mukim (boarding) mulai dibuka resmi pada tahun ajaran 2022/2023, dengan program unggulan berupa: santripreneur, leadership dan tahfidz Quran.
Tahun 2025 ini, telah berjalan tiga tahun santri menjalani kehidupan di pondok dengan pendidikan formal MTs dan SMA.
Santri telah berjuang bersama Alquran dan telah menorehkan keberhasilan, diantaranya: santri menunjukkan prestasi akademik yang baik, telah berhasil mencapai target tahfidz quran dan hadist (minimal 6 juz selama 3 tahun dan tahfidz hadist arbain).
Ada santri yang telah hafidz 30 juz Alquran. Selain itu beberapa prestasi lainnya dalam lomba Tingkat Sulawesi Selatan: Juara 1 pada lomba pidato Bahasa Arab dan News Reading In Arabic Tingkat SMA, juara 2 tahfidz hadist arbain dan hadist Qudsi, dan lain sebagainya.
Santri HW secara individual memiliki kemampuan khitobah, kepemimpinan, wirausaha dan keterampilan dakwah.Menurut Ahmad Yasser Mansyur, Ph.D (sebagai wadir dua: manajemen sumber daya Kader), selain kemampuan itu, terdapat keberhasilan alumni santri HW yang diterima jalur SNBT Perguruan Tinggi Negeri dan ada juga santri mendaftar ke perguruan tinggi di Madinah – Arab Saudi.
Tentang sejarah HW, menurut kiyai pondok HW, Drs.H.Mansyur Qadir bahwa pesantren HW merupakan pesantren wakaf. Menurutnya, Pondok Pesantren Hizbul Wathan berlokasi di Dusun Kasimburang Desa Belapunranga Kec Parangloe Kab Gowa Sulsel (1,30 jam dari kota Makassar). Pesantren HW memiliki luas tanah sekitar 3 hektar ini didirikan pada tahun 2006 oleh Alm.H.Abdul Qadir Sarro (HAQSAR).
Sebelumnya tokoh masyarakat mengamanahkan kepada Haqsar untuk mengelola tanah tersebut untuk kepentingan pendidikan. Ada beberapa bangunan di atas tanah tersebut, berupa Masjid, ruang kelas, kantor, aula serta lapangan olahraga.
Pada awalnya, Pesantren HW dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam Hizbul Wathan(YPI-HW) dari keluarga HAQSAR. HAQSAR merupakan tokoh Kokam, Pramuka dan Pandu HW Sulsel yang gigih pula berupaya menerapkan syariat Islam.
Sejak tahun 2017 Ponpes HW ini telah diwakafkan ke Muhammadiyah dan ditangani langsung oleh PWM Sul-Sel dan LP2M Sulawesi Selatan. Saat ini Direktur Ponpes HW dijabat oleh Drs.H. Bahrun Lira ,M.Si, dan sebelumnya Direktur dijabat oleh Drs.H.Mansyur Qadir,M.Ag.
Kemudian, wisuda dan penamatan itu dimeriahkan hiburan yang dibawakan oleh para santri dan diakhiri dengan santri alumni mengucapkan ikrar-janji Alumni Pesantren Hizbul Wathan.
Kepala Desa Belapunranga memberikan apresiasi kepada pesantren HW dan santri HW atas kiprahnya mencerahkan kehidupan Masyarakat desa. Kontribusi yang diberikan sangat bermanfaat, terutama pada program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh santri HW di desa Belapunrang, mulai dari Muballigh Hijrah (dakwah Ramadhan), bersih-bersih pasar, hingga program order paket jumat: khotib, imam dan maudzin yang ditangani langsung oleh santri.
Kiyai pondok berpesan kepada Alumni agar tetap menjaga adab, berbuat baik kepada kedua orangtua, menjaga semangat tafaqquh fi Addien, meneruskan kebiasaan murjaah hafalan Alquran dan mengamalkan apa yang sudah didapatkan di pondok. Selamat berjuang para kader, anak panah Muhammadiyah, pemimpin masa depan. (rls)

















