OPINI: Kala Kerinduan Tatap Muka Terhalang Dinding Tebal Pandemi

Oleh : Ummu Fikri (Pengajar dan Pemerhati Sosial)
Oleh : Ummu Fikri (Pengajar dan Pemerhati Sosial)

OPINI–Pandemi terjadi di Indonesia sudah berjalan tujuh bulan, sejak bulan Maret dan belum terlihat tanda-tanda yang mampu menenangkan hati. Betapa tidak, jumlah kasus terkonfirmasi semakin hari semakin bertambah. Padahal kerinduan akan bertatap muka dalam proses pembelajaran saat ini begitu terasa.

Dilansir dari seputartangsel.com edisi 11/-9/2020, Pertambahan kasus baru positif Covid19 di Indonesia stabil di atas 3.000 kasus per hari. Diprediksi, jika hal ini terus berlanjut, jumlah total kasus terkonfirmasi positif kasus Covid19 akan tembus 300.000 per Oktober 2020.
Satuan tugas penanganan covid-19 mencatat pada Jumat 11 September 2020, terdapat tambahan 3.737 kasus positif di seluruh Indonesia. Dengan tembahan 3.737 kasus perhari ini total 210.940 kasus positif covid-19 di seluruh Indonsia.

Belum lagi dengan ada beberapa penemuan klaster-klaster baru membuat daftar panjang kasus masa pandemi ini. Klaster perkantoran, rumah ibadah bahkan keluarga membuat rentetan kejadian penambahan jumlah pasien positif semakin tinggi. Padahal di sisi lain pemerintah sudah melakukan treatment untuk menekan penambahan jumlah kasus positif.

Iklan disiplin dalam menggunakan masker, cuci tangan dan terus melakukan physical distancing hampir setiap waktu kita temukan diberbagai media. Bahkan sampai saat ini pembelajaran tatap muka di sekolah pun belum dapat dilakukan.
Melihat perjalanan pandemi yang sudah tujuh bulan ini, memang bukan waktu yang sebentar. Jika melihat kalender akademik, seharusnya sekolah saat ini sedang masa ulangan tengah semester. Artinya di semester genap ini sudah harus menyelesaikan sekitar 50 % materi ajar dan selanjutnya diadakan ulangan jika dalam kondisi normal. Namun, dengan kondisi yang saat ini, dengan segala keterbatasan pembelajaran akhirnya capaian materipun tak maksimal.

Sebagai seorang pendidik di Madrasah Ibtidaiyah saya merasakan betul kerinduan ini. Bahkan saat bertemu dengan murid pun mereka selalu bertanya kapan kita bisa belajar di sekolah. Pernah saya lontarkan sebuah pertanyaan apa yang kalian rindukan, mereka pun dengan polos menjawab, belajar di kelas, jajan, bermain dan sholat bareng. Inilah kerinduan, yang pastinya hampir semua warga sekolah merindukan.

Setidaknya segala sesuatu yang Allah berikan, baik atau buruk menurut kita tapi sejatinya itu adalah kebaikan. Lewat pandemi Allah mengajarkan kepada kita bahwa kebersamaan itu akhirnya di rindukan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216 yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”.

Saat ini hal yang dapat kita lakukan dengan terus disiplin saat melakukan aktivitas dengan protokol kesehatan, berdoa disepanjang waktu agar pandemi ini cepat berakhir, karena kita tak pernah tahu doa siapa diantara kita yang akan dikabulkan. Jika Allah belum mengabulkan pun setidaknya kita bersabar karena Allah mengajarkan kita agar bersabar terhadap ujian yang diberikan. Firman allah dalam surat Al Baqarah ayat 155 yang artinya “ Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan. Kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.”

Buat para pelajar jadikan kondisi seperti ini untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu harus terus berlangsung saat pandemi apalagi saat normal. Kerinduan ini kita sampaikan kepada Sang Kholik agar wabah ini cepat berlalu dan kelak akan terobati melalui tatap muka yang sesungguhnya.

Wallahu’alam

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News