Opini: HMI dan Budaya Literasi (Iqra) Maros

Oleh Alryansyah Nasir (Ketua HMI Cabang Butta Salewangeng Maros)

Dalam era globalisasi semua tidak terlepas dari budaya campur baur. Tendensi zaman mengakibatkan kehidupan manusia kembali menjalani system seleksi alam,dahulu siapa yang kuat dia yang akan bertahan ,siapa yang mampu bertahan dengan kondisi alam iapula yang akan bertahan. Begitupun sekarang,siapa yang memiliki modal maka iya yang akan mencaplok kehidupannya di organisir sedemikian rupa untuk tetap berada pada puncak rantai makanan.

Ajakan manja sang alam membuat para penghuninya terlelap dibawa pohon rindang tanpa sadar daunnya akan mengering.Jika sudah seperti ini banyak dari kita yang panik serta menyesal mengapa tak kutempa diriku dari dulu mempelajari masa depan sebagai antisipasi jika terjadi hal- hal dan kemungkinan tergerus oleh zaman.

Di organisasi apapun mengajarkan sesuatu untuk memperbaiki sesuatu bukan untuk memperburuk sesuatu apalagi menghancurkan plus organisasi dijadikan sebagai wahana pencari kenikmatan tabu diperparah,jika banyak pentolannya yang bergantung sampai ia mati tanpa mencari jalan keluar untuk menghidupi bukan untuk dihidupi.

KEJAHATAN YANG TERORGANISIR AKAN MENGALAHKAN KEBAIKAN YANG TIDAK TERORGANISIR.semua sisi kehidupan dari terbit fajar hingga terbit fajar menyingsing adalah tabir organisasi.krn organisasi adalah keadaan keteraturan pribadi kelompok, suku, bangsa,ras dan agama untuk mencapai tujuan bersama,hidup bersama tinggi sama tinggi rendah sama rendah yang lapar diberi kerja untuk makan berkelanjutan.

Dari HAL DIATAS LAH maka tentu perlu pemahan yang mumpuni secara komlpeks untuk giat belajar dsn belajar bagaimana memanusiakan manusia bukan menjadikan manusia sebagai hewan ternak yang sifatnya doktrin dogmatis.

Belajar yang giat dan dengan BERLITERASI adalah kunci menjadi orang yang berfalsafah menjadi orang yang BIJAK dalam bertutur kata,ARIF dalam bertindak dengan berliterasi dalam ALQURAN Pun sangat menekankan kata ” IQRA “bacalah memakai AKALmu untuk kemaslahatan umat
bacalah memakai HATIMU Untuk kemaslahatan umat

Bacalah (jamak ) bertindak memakai jasad mu berbuat dan memperindah alam diluar dari dirimu demi kemaslahatan ummat krn orang yang pandai ber IQRA sesuai yang diatas maka sesungguhnya dia telah memenuhi unsur SURAT 2 AYAT 30 untuk rahmatan lilalamin.

* Membaca HMI

Dalam 6 Tahun terakhir ini pengkaderan demi pengkaderan terkhususnya di HMI itu sendiri telah mencetak kader aktif sekitar 16 ribu dan Alumninya sekitar 6 juta kader HMI tidak terlepas dan semuanya mengikuti Latihan Kader 1 (LKI) Dengan 21 materi selama 7 malam berturut2 yang tersitematis untuk bekal menjadi insan AKADEMIS, PENCIPTA, PENGABDI YANG BERNAFASKAN ISLAM DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERWUJUDNYA MASYARAKAT ADIL MAKMUR YANG DIRIDHOI ALLAH SWT. Dan untuk menunjang TUJUAN HMI yang dibebankan kepada KADER- KADERNya diberi sederet materi dalam basic training.

Melanjutkan jenjang kaderasi diatas dalam hal ini LKII LATIHAN KADER II dan III tentu harus lebih mumpuni pengetahuannya sampai pada persayaratan minimal menguasai 15- sampai 150 referensi bacaan buku semisal judul- judul buku yang digambar bawah untuk bisa lolos ketahap LKII jika kaderisasi berjalan sesuai jalurnya maka dapat kami pahami bersama bahwa sejak 1366 H /1947 M, HMI telah meluangkan banyak waktunya untuk berLITERASI dan tentunya semua organisasi yang mencatut sistem kaderisasi pun melakukan budaya serupa.

Dengan demikian tentunya sebagai kader mari kita menjaga MAROS dan indonesia pada umumnya untuk tetap serta menambah wawasan yang bisa melahirkan cipta karya sehingga menjaga keutuhan NKRI dari berbagai sektor dan untuk lebih memanusiakan manusia sesuai ideologi negara dan ajaran agama apapun.
terima kasih kepada semua kakanda,saudara,adinda serta semua khalayak yang telah meluangkan waktu berdiskusi.semua tulisan diatas tidak akan pernah tertuang dalam dinding ini tanpa beliau semua.

Kutunggu tulisan dari saudaraku- saudadaku semua untuk membuat akar literasi lalu dikerucutkan pada satu tujuan yaitu MAROS #KOTA #LITERASI #DUNIA
Satu kata penutup : TERUSLAH BERJUANG SAMPAI JATAH GAGALMU HABIS KARENA SETALAHNYA ADALAH KATA BERHASIL. Hormatku.

Moncongloe Maros, 19 Jumadil Akhir 1438 H/18 Maret 2017

Alryansyah Nasir (foto: ris/PIJAR)

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda