toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Minggu, 1 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

OPINI; Corona Menjerit, Masyarakat Indonesia Mencuit

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
00:10, 24 Maret 2020
di Opini
Waktu Baca: 3 menit
OPINI; Corona Menjerit, Masyarakat Indonesia Mencuit

Oleh : Ahmad Riecardy, Presiden Mahasiswa IAIN Parepare

OPINI — Corona hadir bagaikan mimpi buruk bagi dunia, tetapi bisa menjadi pangsa pasar strategis bagi siapa saja yang memiliki kepentingan bisnis. Ada sebab, ada akibat. Kiranya seperti itu. Dalam ekonomi , ada yang untung, maka pasti ada yang buntung. Beragam sorotan aspirasi kini mulai berkumandang dari kalangan masyarakat kalangan menegah yang minim finansial. Bahkan kalau ingin melihat realitas yang lebih menyentuh di kalangan bawah adalah orang-orang yang senantiasa membenturkan nasibnya di jalanan, seraya dengan harap dagangan mereka laku hari ini untuk makan di malam hari bersama sanak keluarga.

Mereka sama sekali tidak menyoalkan apa itu lockdown, isolasi, Social Distancing, maklumat tetapi bagaimana cara bertahan hidup di sela-sela masyarakat lebih asyik di rumah mengisolasi diri. Risihnya, adanya imbauan terkait penggunaan masker sebagai salah satu media proteksi menjaga diri dari virus, malah condong dieksplotasi beberapa pihak. Buktinya omset penjualan masker naik dengan pesat di tengah mewabahnya virus. Penguatan anjuran dari pemerintah setempat kemudian diskon besar-besaran seakan-akan memberikan sinyal ke masyarakat dengan nada “cepat, nanti kehabisan”. Apalah daya  sebagian masyarakat masih bergumam masker gratisan dari pemerintah. Kejadian serupa, kita lihat kafe-kafe, restaurant, di tempat kerumunan dan hiburan lainnya harus menerima aturan pelarangan dan pembatasan waktu operasional sebagai pencegahan virus, efeknya turunnya pemasukan. Mau tidak mau para pengamen juga mencutikan diri melihat tempat-tempat itu sebagai ladang keuntungnya tidak lagi ramai seperti biasanya. Sungguh gejolak yang amat besar ditimbulkan oleh Covid-19.

Indonesia negara dengan berbagai elemen masyarakat sangatlah beragam dalam menanggapi pandemi Covid-19. Psikologis masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, moral masyarakat bahkan otoritas agama. Kepanikan yang muncul di masyarakat Indonesia sudah pasti akan terjadi. Informasi dan berita hoaks yang merajalela kadang dijadikan alat untuk mempropaganda masyarakat Indonesia untuk memunculkan reaksi yang berlebihan.

Pola pemikiran masyarakat Indonesia akan lebih condong eksklusif dengan serangan berita-berita yang mengatasnamakan kepentingan kemanusiaan, agama, ternyata hanya bualan kepentingan bisnis belaka, celakanya. Perspektif yang lain bahwa pola interaksi dan komunikasi berpengaruh besar terhadap perubahan tatanan ekosistem masyarakat sehingga efektifitas sangat dipertanyakan. Kalangan milenial yang mumpuni di bidang teknologi lebih diuntungan bahkan produk kesehatan mampu mereka ciptakan dalam menghadapi wabah dunia Covid-19. Bisnis online memang menjadi sasaran pasar bagi yang lebih memilih beraktivitas di rumah. Kecanggihan zaman, banyaknya kebutuhan, krisis budaya antri, belanja instan adalah  menjadikan teknologi sebagai vaksin dalam menjawab polemik hari ini. Teknologi hari ini bukan hanya sebagai sumber informasi dan komunikasi, melainkan sebagai jalan bisnis bagi kalangan masyarakat.

Terus bagaimana dengan pelaku pasar tradisonal yang sampai saat ini masih dengan metode tatap muka antara penjual dan pembeli?

Baca Juga

VIDEO: Indonesia Tumbangkan Malaysia 1- 0, Garuda Muda ke Final Piala AFF U19 2024

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Kita cermati bahwa pasar tradisional mulai tidak lagi menjadi prioritas malah menjadi alternatif akibat pembaharuan besar-besaran di bidang teknologi. Ditandai dengan kehadiran berbagai macam alat-alat transaksi dan beragam aplikasi lainnya. Perlu adanya penanaman kesadaran dan mindset hubungan sosial interaksi dan metodologi pendekatan ekonomi di kalangan masyarakat agar tetap belanja di pasar tradisional dalam rangka normalisasi ekonomi. Sebab di situ ada para pedagang kita yang berusaha sejak pagi-petang menunggu kehadiran pembeli. Anjuran untuk tetap di rumah tentu berpengaruh dengan pemasukan pasar mereka yang memang hanya berharap pelanggan langsung.  Begitu juga penjual-penjual pinggiran jalan di depan kampus misalnya mengeluhkan minimnya pemasukan akhir-akhir ini setelah beredarnya maklumat untuk penerapan kuliah daring.

Mayoritas mahasiswa lebih memilih pulang ke kampung halaman masing-masing sambil menjalankan kuliah berbasis teknologi. Di sisi lain ada kontrakan atau ruko para pedagang sebagai lokasi penjualan dengan beban ocehan tagihan setiap bulan, tahunnnya dan tuntutan kebutuhan primer lainnya, sungguh keprihatinan.

Kita lihat Malaysia misalnya. Negara dengan terinfeksi terbanyak di ASEAN katanya pada bulan April mendatang siap  memberikan bantuan finansial kepada pekerja yang tidak memperoleh penghasilan akibat Covid-19.  Mungkinkah Indonesia akan melakukan hal yang sama atau ada alternatif yang lebih produktif dalam turut memberikan perhatian lebih kepada masyarakat pinggiran kota, kami menanti hal serupa walaupun hanya janji semata yang penting kan ada upah yang jelas solusinya bukan Khilafah.

Marilah bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam menghadapi pandemik Covid-19 dengan mengedepankan nilai-nalai kemanusiaan. Boleh panik tetapi dengan kadar tidak melupakan rasio dan kemaslahatan umum. Mengedepankan sikap waspada, proteksi dan dibarengi dengan kegiatan produktif dalam mengisi kekosongan sambil bernostalgia dengan bantal.

Doakan Indonesia!

Jalin Komunikasi,-

IG : @ahmad_riecardy

FB : Ahmad Riecardy

Email : Cardy.danger@gmail.com

                                                                                    ***

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: CoronaCovid-19IndonesiaVirus Covid-19

BERITA TERKAIT

VIDEO: Indonesia Tumbangkan Malaysia 1- 0, Garuda Muda ke Final Piala AFF U19 2024

VIDEO: Indonesia Tumbangkan Malaysia 1- 0, Garuda Muda ke Final Piala AFF U19 2024

29 Juli 2024
Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

26 April 2024
Taklukkan Yordania 4-1, Indonesia U-23 Cetak Sejarah Lolos ke-8 Besar Piala Asia 2024

Taklukkan Yordania 4-1, Indonesia U-23 Cetak Sejarah Lolos ke-8 Besar Piala Asia 2024

22 April 2024
Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia

Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia

26 Januari 2024
Pertama dalam Sejarah Asian Games, Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Gagal Sumbang Medali

Pertama dalam Sejarah Asian Games, Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Gagal Sumbang Medali

5 Oktober 2023
Tingkat Pendapatan Daerah Kategori Hijau, Provinsi Sulsel Peringkat 13 Nasional

Tingkat Pendapatan Daerah Kategori Hijau, Provinsi Sulsel Peringkat 13 Nasional

26 Juli 2023
Selanjutnya
Pastikan Pencegahan Virus Corona di Pelabuhan Parepare, Yasser Latief Minta Pelindo Pakai Alat Lebih Canggih

Pastikan Pencegahan Virus Corona di Pelabuhan Parepare, Yasser Latief Minta Pelindo Pakai Alat Lebih Canggih

Berita Terbaru

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026
Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

30 Januari 2026
Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

30 Januari 2026
Musrenbang, Warga Watang Pulu Suarakan Infrastruktur Hingga Layanan Kesehatan

Musrenbang, Warga Watang Pulu Suarakan Infrastruktur Hingga Layanan Kesehatan

29 Januari 2026
Di Bawah Pembinaan LAN, Latsar CPNS Parepare Dijalankan secara Terpadu

Di Bawah Pembinaan LAN, Latsar CPNS Parepare Dijalankan secara Terpadu

29 Januari 2026
Kisah di Balik Layar Mahasiswa Pinrang Bongkar Kredit Fiktif: Diancam hingga Rumah Dicari

Kisah di Balik Layar Mahasiswa Pinrang Bongkar Kredit Fiktif: Diancam hingga Rumah Dicari

29 Januari 2026
Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wali Kota Parepare: UHC Ini Lahir dari Keberanian

Raih UHC Award 2026 Kategori Madya, Wali Kota Parepare: UHC Ini Lahir dari Keberanian

28 Januari 2026
Detik-detik Evakuasi Pekerja Bangunan di Pinrang yang Tersengat Listrik

Detik-detik Evakuasi Pekerja Bangunan di Pinrang yang Tersengat Listrik

28 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.