Komisi II DPRD Parepare: Kesalahan Besar, Toilet Senilai Ratusan Juta Dijadikan Tempat  Alat Pertukangan

Komisi II DPRD Parepare: Kesalahan Besar, Toilet Senilai Ratusan Juta Dijadikan Tempat Alat Pertukangan

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare menyayangkan toilet di Lapangan Andi Makkasau terkunci. Alhasil, warga pun tak bisa menggunakannya.

Apalagi, di lokasi tersebut sedang berlangsung Tapadallaoki Parepare (TP) Festival. Sudah pasti banyak warga yang hendak menggunakan fasilitas umum itu. Seperti yang dikatakan Anggota Komisi II DRPD Kota Parepare, Suyuti.

“Sangat disayangkan jika toiletnya dikunci. Kasihan warga. Apalagi kalau ada warga dari luar Kota Parepare yang hendak buang air. Harusnya tidak boleh dikunci,” ujar Suyuti kepada Pijarnews.com, Selasa (25/2/2020).

Legislator Partai Nasdem itu juga menyesalkan, sebab toilet itu dijadikan tempat untuk menyimpan alat pertukangan. Menurutnya, hal yang dilakukan pihak pengelola dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare adalah kesalahan besar.

“Kesalahan besar itu. Kenapa toilet ditempati menyimpan alat pertukangan. Itu fasilitas umum, peruntukannya harus buat warga,” tegasnya.

Senada, Ketua Komisi II DPRD Parepare, Kamaluddin Kadir, juga menyayangkan kejadian itu. Sesuai peruntukannya, fasilitas umum harus fungsikan untuk umum.

“Kalau fungsinya untuk umum, mestinya dibuka. Jangan difungsikan untuk lain-lain,” ujar Kamaluddin.

Terlebih, tambah Kamaluddin, toilet tersebut akan sangat dibutuhkan warga, utamanya yang datang menghadiri event pameran di Lapangan Andi Makkasau

“Saat ini ada event pameran pembangunan dalam rangka HUT Kota Parepare tapi tetap tidak difungsikan maka peruntukannya untuk apa. Padahal tujuan awalnya untuk fasilitas umum. Terlebih pembangunannya menggunakan anggaran yang cukup besar,” ujar Politisi Partai Gerindra itu.

Sebelumnya diberitakan, Kadisporapar Amarung Agung Hamka mengatakan jika toilet tersebut dikunci, lantaran digunakan untuk menyimpan alat pertukangan.

“Tidak rusak. Cuma banyak barang pertukangan,” ujar Hamka. (*)

Reporter: Mulyadi Ma’ruf
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda