Diprotes Perkara Soal Pohon, DLH Enrekang Janji Bakal Menebang

ENREKANG, PIJARNEWS.COM — Pergerakan Koalisi Rakyat (PERKARA) membentangkan spanduk protes kepada pemerintah Enrekang terkait keberadaan pohon rimbun, mati dan lapuk di kota Enrekang, Minggu (20/9/2020).

Perkara menilai, pohon diatas trotoar itu tak hanya rimbun, tapi sejumlah pohon berukuran besar itu juga mati dan lapuk disekitar permukiman serta pertokoan masyarakat.

Irwan dalam orasinya mengatakan, aksi membentangkan spanduk bertuliskan PEMDA Kabupaten Erekang Tutup Mata, Masyarakat Diharap Waspada dan Warga Sekitar Yang Sabar ada pesan pada instansi teknis terkait.

“Pemda Enrekang tutup mata karena sudah ada mencuat aspirasi warga sekitar ke pihak Dinas Lingkungan Hidup, tapi belum ada tindaklanjut nyata, ataupun klarifikasi terkait pohon yang tumbuh membahayakan,” ujar Irwan.

Dari pantauan pijarnews.com, memang di poros jalan Pattimura samping pasar sentral Enrekang banyak berjejer pohon ketapang dengan ranting besar.

“Ranting besar ini yang dikeluhkan, karena takut menimpa pengendara yang lewat dan bangunan kios dan permukiman warga, padahal sudah berulang kali diminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk dipangkas tapi tidak digubris,” sesalnya.

Ia menambahkan, masyarakat sekitar khawatir dengan keberadaan pohon mati dan ranting besar yang melintang diatas bahu jalan.

“Ini harusnya tidak dibiarkan Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan, karena keberadaan pohon itu rawan roboh. Dan tempatnya pun di area yang ramai, dekat dari pemukiman warga, Bank BRI, warung dan toko bangunan,” ungkapnya.

Dalam Undang- undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, penjelasan Pasal 29 secara eksplisit Pemerintah Daerah berkewajiban kelola ruang terbuka hijau termasuk jalur hijau sepanjang jalan protokol kota/ kabupaten.

Permen PU No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan, ada metode pemeliharaan yaitu pemangkasan cabang pohon, dahan dan ranting, agar tidak menghalangi pengguna jalan.

Massa aksi juga mengancam akan menggelar aksi nantinya ketika aspirasi yang ketiga kalinya belum mendapat respon dari pemerintah daerah.

“Kami akan terus mengawal langkah pemda sampai Dinas terkait menangani masalah itu secara konkret,” tutup Risman, korlap aksi.

Saat dikonfirmasi pijarnews.com, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Mursalim B, MP mengatakan, pohon di kota yang sudah tua dan lapuk atau cabang pohon, ranting diatas trotoar dan jalan akan segera di pangkas.

“Pohon seputaran pasar senteral enrekang itu atau jalan poros, cabang pohon sudah ditebang bertahap, tapi kalo pohon yang mati diperlukan ahlinya, jadi pasti kita tebang,” jelasnya. (*)

Reporter : Armin

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News