Dari Pembersih Pasar, Pemuda Pinrang Ini Kini Miliki Usaha dengan Banyak Cabang

PINRANG,PIJARNEWS.COM—Berasal dari keluarga yang kurang mampu, diusianya yang sangat muda, Ilham Ismail justru memacu dirinya untuk meraih mimpi, dan mimpinya itu kini mulai terwujud. Ilham berhasil mengembangkan usaha franchise jenis makanan dan minuman di Kabupaten Pinrang.

Setidaknya ada 33 jenis minuman dan makanan yang dijual, antara lain, Green tea, vanilla late, Thai tea, Cappucino, Sweet taro, Black oreo dan lainnya.

Ilham yang juga merupakan salah satu mahasiswa Amsir Kota Parepare itu, merintis projek usahanya sejak November 2019 lalu, dan awal Januari 2020 lalu barulah usahanya menunjukkan progresnya.

Usaha yang ia beri nama Ugiee’ tersebut berangkat dari keinginan Ilham untuk mengangkat brand lokal yang ada di Kabupaten Pinrang.

Mulanya Ilham melihat bahwa usaha franchise sangatlah jarang dan hanya banyak didapatkan di daerah jawa , bahkan di Sulawesi selatan. Masih sangat jarang, karena itulah Ilham berani membuat usaha freanchies.

Disamping itu, tujuan Ilham juga ingin mengangkat brand lokal kabupaten Pinrang, “jadi saya mau Pinrang ini punya brand yang bisa keluar dan jangan hanya dari luar saja yang bisa masuk ke Pinrang,” ungkapnya.

Diawal merintis usaha yang menyediakan produk minuman itu, hanya membuka satu otlite. Setelah berjalan dan mendapat keuntungan barulah ia melakukan pengembangan usaha dengan membuka satu otlite lainnya.

Kepada Pijarnews, Selasa (30/6/2020), Ilham mengungkapkan, jika saat ini ia telah berhasil membuka 5 otlite di Pinrang, dan secara keseluruhan berjumlah 15 otlite yang tersebar di beberapa daerah di Sulawesi selatan.

Bahkan dengan optimis ia akan melakukan pelebaran sayap dengan menambah otlite tiap bulannya.

“karena saya bermimpi kalau orang di jawa mampu membuka ratusan otlite kenapa saya tidak bisa nah.. saya sama-sama jualan minuman,” ungkap Ilham.

Tidak hanya itu, dalam rangka pengembangan usahanya ia akan mengajak orang dan berbagai pihak untuk bermitra serta berinvestasi dalam usahanya tersebut.

Untuk Syarat bermitra, Ilham mengaku jika itu tergantung negosiasi, Karna menurutnya tidak semua orang memiliki modal yang sama.

“Kalau untuk menjalin kerjasama, bagi saya tergantung kemampuan modal si calon mitra,” katanya.

Selain usaha minuman ia juga membuka usaha kripik lokal yang mengambil nama usaha dari bahasa bugis yakni Loka yang berarti pisang.

Ia mengungkapkan. saat merintis usaha itu awalnya tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, sebab pandangan keluarganya terhadap dunia kerja itu harus menjadi seorang pegawai atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ilham yang merupakan anak yatim, sejak kehilangan ibunya tahun 2009 silam, mengharuskan dirinya berkerja, karena ayah yang diharapkan mengurusinya telah beristri lagi.

Sehingga sejak saat itulah terpaksa ia harus membiayai dirinya untuk bersekolah sambil bekerja. Bahkan ia mengaku pernah menjadi tukang bersih di pasar sentral Pinrang dan menjadi salah satu karyawan di salah satu perusahaan LPG, sehingga mampu membiayai dirinya lulus dari SMK dan melanjutkan studinya.

Dengan kegigihan dan keuletan mengubah nasibnya, ia akhirnya mampu menghasilakn omset jutaan rupiah perbulanya dari usaha yang dirintis tersebut.

Sejak terjun didunia usaha, Ilham juga merasa ada perubahan yang sangat siknifikan dalam kehidupanya.

Tidak hanya berusaha ia juga ternyata aktif malakukan kegiatan-kegiatan sosial dengan berbagi beras 100 kilogram perbulanya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Editor : Muhammad Tohir

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News