Basarnas Siapkan Tim Penyelam Cari Ayah dan Anaknya yang Terseret Banjir di Pacciro  

Dadang, Dantim Basarnas
Dadang, Dantim Basarnas

BARRU, PIJARNEWS.COM – Jika tak ada halangan, Sabtu pagi 29 Desember 2018, Tim Basarnas menjadwalkan pencarian dua warga yang hilang terseret banjir di Dusun Pacciro, Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Tim Basarnas telah berupaya mencari dua warga tersebut di lokasi banjir setinggi 3 sampai 4 meter, namun hasilnya masih nihil.

Karena masih belum ditemukan, rencananya Tim Basarnas bersama gabungan SAR akan kembali menjadwalkan pencarian. Dua korban yang terseret banjir tersebut yakni Ayah dan Anak. Ayahnya bernama Muhammad (52 Tahun) dan anaknya bernama Sulfia (15 Tahun), siswa salah satu SMP di Barru.

Komandan Tim Basarnas, Dadang menceritakan kronologis dua warga tersebut terseret arus banjir. Menurut Dadang, informasi yang diperoleh dari warga menyebut, anak dan ayahnya ini terseret arus deras banjir lantaran terpeleset di pematang tambak. Awalnya, anaknya Sulfia berjalan di pematang empang. Sulfia kemudian jatuh hingga terseret arus. Diduga Sulfia tak bisa berenang.

Ayahnya bernama Muhammad kemudian datang untuk menolong, namun naas, Muhammad juga ikut terseret arus banjir dengan ketinggian sekira tiga hingga empat meter. Meski sudah dilakukan pencarian oleh Basarnas bersama warga, namun hasilnya masih nihil. “Jadi rencananya, pencarian dengan menerjunkan tim penyelam akan kembali dilakukan pada Sabtu pagi,” kata Dadang.

Sejak pagi hingga sore, tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sekira 50 warga Pacciro akibat terjebak banjir. Tim SAR menggunakan perahu dalam proses evakuasi tersebut. Dadang memperkirakan masih ada warga yang bertahan di rumah panggung miliknya. “Dusun Pacciro ini dihuni sekitar 200 kepala keluarga. Jadi Sabtu pagi kami akan kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” ujar Dadang.

Pantauan PIJARNEWS hingga jam 7 malam, listrik di sekitar Kelurahan Takkalasi padam. Diduga imbas dari bencana banjir tersebut. Warga terpaksa hanya menggunakan penerangan seadanya seperti lampu charger dan lilin. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

 

 

 

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda