Air Terjun Batulappa Barru yang Eksotik

Air terjun Barru
Salah satu spot pemandangan yang ada di air terjun Batulappa, Barru.

BARRU, PIJAR NEWS.COM — Jika anda membutuhkan referensi kemana anda menghabiskan masa liburan akhir pekan, salah satu tempat wisata alam yang patut masuk dalam daftar kunjungan anda adalah, air terjun Batulappa yang terletrak  di Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Namun di tempat wisata ini, terkhusus untuk anda yang suka berpetualang dengan cara berjalan kaki.

Untuk menuju ke lokasi air tejun Batulappa, kita harus mempersiapkan tenaga extra, pasalnya, perjalanan yang kita tempuh cukup panjang dengan cara berjalan kaki di wilayah perbukitan yang sedikit terjal, yang sudut elevasinya sekira 45 derajat, dengan jarak tempuh dua kilometer dan memakan waktu perjalanan satu jam lebih.

Kendati cukup melelahkan, namun dalam perjalanan menuju ke lokasi wisata ini, kita dihibur dengan pemandangan alam yang eksotik di ketinggian 80 Mdpl, kita juga bisa melihat areal persawahan milik warga yang terbentang luas.

Menurut penduduk setempat, air terjun ini dinamakan Batulappa, karena letaknya yang berada di Dusun Batulappa, selain itu, Batulappa ini juga memiliki arti batu yang bersusun dan memiliki diameter yang luas. Konon air terjun ini memilki tuju tingkatan, namun untuk menuju ke air terjun utama, kita harus kembali mempersiapkan fisik yang cukup, karena jarak tempuh yang lumayan jauh.

Saiful, salah seorang pengunjung air terjun Batulappa ini mengungkapkan, meskipun melelahkan dan harus menguras tenaga yang lumayan banyak, namun setibanya di lokasi, rasa cape serta penat yang dialami dalam perjalanan, seketika terasa menyatu dengan gemuruh air terjun dan pemandangan alam yang sangat indah, dan pastinya anda akan merasakan bahwa tempat ini milik anda seorang, karena tempat ini masih sunyi dan belum ramai dikunjungi wisatawan.

Sayangnya, air terjun Batulappa yang menawarkan pemandangan bentang alam yang eksotik ini, belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat, sehingga masih banyak diantara kita yang senang dengan berpetulang, tak mengetahui keberadaannya. (abd)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda