MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Antusiasme audiens memenuhi DOSS Superstore Makassar dalam gelaran The Biggest Workshop for Studio Photographer yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (2–3/6/ 2025).
Acara ini menjadi momentum penting yang tidak hanya menginspirasi para fotografer pemula hingga profesional, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antar komunitas kreatif di Makassar.
Workshop yang diinisiasi oleh Rezki Radhiya Usman, founder dari Herhopes Project, berhasil menyatukan semangat belajar, kolaborasi, dan pemberdayaan dalam satu panggung besar. Melibatkan 9 pemateri inspiratif di hari pertama dan 3 pemateri praktek di hari kedua, peserta diajak tidak hanya mendengarkan teori tetapi juga terjun langsung dalam sesi foto studio profesional.
Hari kedua menjadi puncak momen tak terlupakan, saat para peserta belajar langsung dari para mentor profesional seperti Fariz Belajar, founder dari Selaksa Journey yang membawakan sesi fotografi couple dengan pendekatan emosional. Palo dari Bimaji Studio menghadirkan sesi fotografi profesional yang menekankan gesture, komposisi, dan nuansa personal. Sementara Alif Widiarta membawakan sesi foto produk dengan pendekatan visual branding yang langsung dapat dipraktikkan oleh UMKM.
Nupyy dari Morning View, salah satu pemateri utama, mengatakan, “Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam event sebesar ini. Energinya luar biasa. Ini bukan cuma workshop, tapi titik temu banyak semangat dan potensi yang luar biasa dari teman-teman fotografer Makassar.”
Finka, salah satu peserta, bahkan datang jauh-jauh dari Takalar. “Saya merasa sangat terbantu. Ini pengalaman pertama saya belajar langsung dari mentor-mentor keren. Rasanya kayak mimpi!”
Yang membuat event ini semakin istimewa, hadirnya 31 UMKM yang terlibat dalam kolaborasi sponsorship maupun sesi praktik pemotretan. Produk-produk mereka menjadi bagian dari materi pembelajaran langsung yang menjembatani dunia kreatif dan dunia usaha secara nyata.
Tak hanya itu, event ini juga membuka ruang volunteer yang melibatkan remaja dan anak muda Makassar dalam pengalaman kerja nyata. Melalui kerja tim antar divisi, semangat gotong royong terlihat dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Dengan semangat kolaborasi dan keberdayaan, workshop ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi lebih banyak proyek kreatif lainnya yang digerakkan oleh komunitas. Herhopes Project menegaskan bahwa fotografi bukan hanya soal hasil visual, tapi tentang cerita, komunitas, dan ruang untuk tumbuh bersama. (rls)













