toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Rabu, 4 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Ushul Fiqh: Menjembatani Hukum Islam di Era Modern

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12:15, 28 April 2025
di Opini, Topik Utama
Waktu Baca: 2 menit
Ushul Fiqh: Menjembatani Hukum Islam di Era Modern

Naharuddin SR

Oleh: Naharuddin SR (Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare)

Kehidupan yang serba cepat dan berubah seperti saat ini, kita sering kali dihadapkan pada masalah yang belum ada jawabannya dalam teks-teks agama yang sudah lama. Mulai dari transaksi digital, sosial media, sampai dengan kebebasan berbicara yang makin luas, semua itu kadang membingungkan. Nah, di situlah Ushul Fiqh punya peran penting. Bisa dibilang, Ushul Fiqh itu kayak panduan yang membantu kita memahami hukum Islam dalam konteks zaman sekarang, tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip dasarnya.

Pada dasarnya, Ushul Fiqh adalah ilmu yang mempelajari cara para ulama menemukan hukum dari sumber-sumber agama seperti Al-Qur’an dan Hadis. Tapi lebih dari itu, Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk menggunakan prinsip-prinsip yang ada untuk menghadapi masalah yang belum ditemukan solusinya di teks klasik. Jadi, bukan hanya soal menghafal atau membaca teks, tetapi bagaimana kita bisa berpikir dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Contohnya, sekarang kita sering dengar soal transaksi digital, seperti sistem “pay later” yang sedang tren. Banyak orang khawatir ini bisa masuk dalam kategori riba, karena belum aman dari MAGRIB (maysir, gharar dan riba). Nah, untuk menjawab hal ini, para ulama bisa menggunakan prinsip-prinsip dalam Ushul Fiqh, seperti qiyas (analogi hukum) dan maslahah (kemaslahatan), untuk menganalisis apakah sistem ini bisa diterima atau tidak dalam perspektif syariat. Jadi, bukan hanya soal melihat dari segi hukum yang kaku, tapi juga mempertimbangkan apakah hal tersebut membawa manfaat atau malah merugikan umat.

Kasus lain yang juga sedang ramai dibicarakan adalah kebebasan berbicara, terutama di media sosial. Banyak orang merasa bahwa hak untuk mengungkapkan pendapat harus dilindungi, tetapi di sisi lain, kebebasan itu bisa disalahgunakan untuk menyinggung agama atau kelompok tertentu. Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk melihat ini dari sisi maqashid syariah (tujuan syariat). Hukum Islam tentu saja mendukung kebebasan, tapi juga mengingatkan kita agar kebebasan itu tidak mengganggu keharmonisan umat beragama. Jadi, dengan pendekatan ini, kita bisa mencari keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama.

Baca Juga

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Kelebihan utama dari Ushul Fiqh adalah fleksibilitasnya. Di zaman dulu, ulama hanya mengandalkan teks-teks yang sudah ada, tapi dengan Ushul Fiqh, mereka bisa menerapkan prinsip-prinsip dasar untuk merespons masalah-masalah baru yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Ini yang sering disebut sebagai ijtihad. Dalam ijtihad, seorang ulama atau ahli fikih berusaha menemukan solusi yang paling tepat dengan mempertimbangkan konteks zaman dan kebutuhan umat.

Sekarang, banyak tokoh yang mendorong agar Ushul Fiqh lebih diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi kekinian. Kita nggak bisa hanya terpaku pada metode klasik yang sudah ada, karena dunia sekarang jauh berbeda dengan masa lalu. Tetapi pembaruan ini bukan berarti menyingkirkan tradisi, melainkan menyelaraskan hukum Islam dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan esensinya. Misalnya, dalam masalah teknologi finansial atau sosial media, kita perlu pendekatan yang lebih terbuka dan fleksibel, asalkan tetap menjaga tujuan utama syariat yaitu kemaslahatan umat.

Jadi, Ushul Fiqh ini bukan ilmu yang ketinggalan zaman, melainkan fondasi yang terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dengan pendekatan yang moderat dan akomodatif, Ushul Fiqh bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk membantu umat Islam menghadapi tantangan zaman tanpa merasa terasing dari ajaran agama. Yang penting adalah memahami prinsip-prinsip dasarnya, dan bagaimana kita bisa mengaplikasikannya dengan cara yang relevan dan kontekstual.

Pada akhirnya, Ushul Fiqh mengajarkan kita untuk tidak hanya berpikir dalam kerangka teks, tetapi juga untuk lebih bijak dalam memahami konteks. Dengan itu, kita bisa tetap berpegang pada nilai-nilai Islam, sambil membuka ruang untuk diskusi dan perkembangan hukum yang lebih relevan dengan realitas saat ini. (*)

 

 

 

Terkait: Opini

BERITA TERKAIT

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

Kalimantan Timur, Antara Bencana Hidrometeorologi dan Ekologis

16 Januari 2026
Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

Asap Rokok Mengganggu Kehidupan Kampus

10 Januari 2026

10 Januari 2026
Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

Diskriminasi Pelayanan BPJS dalam Perspektif Kode Etik ASN dan Etika Kesehatan

9 Januari 2026
Menangisi Deforestasi

Menangisi Deforestasi

8 Januari 2026
Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

Dinamika Lembaga Kemahasiswaan : Krisis Makna Berlembaga

7 Januari 2026
Selanjutnya
Siswa SMP Negeri 9 Parepare Sabet Juara 1 dan 2 di Gebyar Anak Indonesia Hebat 2025

Siswa SMP Negeri 9 Parepare Sabet Juara 1 dan 2 di Gebyar Anak Indonesia Hebat 2025

Berita Terbaru

Belajar Bertahan di Zaman AI

Belajar Bertahan di Zaman AI

4 Februari 2026
Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

Direktur Pijarnews.com Hadiri AI Tools Training for Journalists Suara.com–LMC Didukung GNI di Makassar

3 Februari 2026
UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

UMPAR Gelar Pengembangan Akademik dan Dosen

3 Februari 2026
Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

Tasming Hamid Tegaskan Komitmen Pemkot Parepare dalam Rakornas Nasional di SICC Bogor

3 Februari 2026
DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

DAD PIKOM IMM Politani Pangkep Resmi Digelar, Cetak Kader Immawan dan Immawati Berkemajuan

1 Februari 2026
Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

Pasca Dilantik, Rektor Gelar Silaturahmi Bersama IKA UMPAR

31 Januari 2026
Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

30 Januari 2026
Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

Wujudkan Pesisir Bersih, TNI-Polri dan Mahasiswa KKN Unhas Bersihkan Sampah di Pantai Mattirotasi

30 Januari 2026
Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

Senyum Warga Pinrang Terima Sertipikat Tanah Eks Kawasan Hutan, Bupati: Jangan Dijual!

30 Januari 2026
Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

Bupati Sidrap Siap Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113, Agendakan Bermalam di Desa Lombo hingga Pasar Murah

30 Januari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.