Workshop Penelitian Pedesaan, Dorong Pengembangan Pandai Besi di Desa Pamboborang Majene

Workshop Penelitian Pedesaan oleh Pusat Studi Pedesaan Unsulbar, Jumat-Minggu (2-4/4/21) di Desa Paboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. (ist)

MAJENE, PIJARNEWS.COM — Pusat Studi Pedesaan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar pelatihan metode penelitian pedesaan, Jumat-Minggu (2-4/4/21) di Desa Paboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Rektor Universitas Sulawesi Barat Akhsan Djalaluddin, Peneliti Peneleh Research Institute sekaligus dosen Universitas Brawijaya Malang Aji Dedi Mulawarman, MSA dan Dosen Politeknik Negeri Malang juga peneliti Peneleh Research Institute Ari Kamayanti.

Workshop diikuti oleh, sejumlah dosen Unsulbar dan universitas lain di Sulawesi Barat serta aparat Desa Pamboborang.

Wakil Ketua Pusat Studi Pedesaan Unsulbar Nur Indah Sari Arbit mengatakan, workshop penelitian pedesaan ini digelar sebagai peningkatan kompetensi peneliti pedesaan di Unsulbar yang akan menjadi inti dalam riset-riset pedesaan Sulawesi Barat ke depan dan menjadi jembatan antara dunia akademik dan pedesaan.

“Workshop juga melibatkan aparat desa sebagai mitra dalam kegiatan. Workshop mendapat tanggapan dan antusiasme yang baik dari berbagai pihak, terutama aparat desa mengingat masih kurangnya kolaborasi antara akademisi dan desa dalam pengembangan desa,” turur Nur Indah, Minggu (4/4/21).

Pelatihan dilaksanakan dengan menerjunkan langsung peneliti untuk melihat masalah-masalah dan potensi yang dimiliki desa.

“Workshop ini diharapkan menjadi menjadi pintu masuk yang lebih besar dengan kerjasama akademisi dan masyarakat desa dalam pembangunan dan pelatihan-pelatihan terutama yang terkait dengan pengembangan potensi desa,” ujar Mur Indah.

Menurutnya, Desa Pamboborang sendiri saat ini dikenal sebagai desa pandai besi. Keterbatasan pasar dan inovasi menjadikan produk-produk hasil pandai besi kurang berkembang.

Desa Pamboborang sangat perlu inovasi pengembangan, mengingat desa ini memiliki berbagai potensi wisata yang belum terkelola dengan baik.

“Workshop yang diadakan menjadi jembatan antara penelitian akademik dan masyarakat desa terutama dalam memberikan saran dan langkah aksi ke depannya untuk pembangunan Desa Pamboborang sesuai potensinya,”

Sekedar diketahui, Pusat Studi Pedesaan merupakan lembaga riset di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM) Universitas Sulawesi Barat, yang mengkhususkan pada penelitian kawasan pedesaan di Sulawesi Barat.

Berdiri pada tanggal 15 Februari 2021, Pusat Studi Pedesaan merupakan salah satu ujung tombak Universitas Sulawesi Barat dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi terkait dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (Misbah)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda