Warga Protes Aktivitas Galian Tambang Golongan C di Sungai Bila

 

SIDRAP, PIJARNEWS. COM--Protes dan rasa keberatan warga terhadap aktivitas Galian Tambang Golongan C di sekitar lokasi Sungai Bila yang dilakukan sejumlah penambang, mendapat reaksi keras dari kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila.

Menyikapi hal itu, pemerintah Kecamatan Pitu Riase, Sidrap mengundang sejumlah pihak yang berkompeten dengan masalah ini untuk melakukan pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Rabu, 29 Agustus 2018.

Hasil pertemuan tersebut mengharapkan pemerintah dan aparat terkait bersikap tegas menutup aktivitas tambang galian C yang di sepanjang jalur sungai Bila demi menjaga kelangsungan hidup generasi yang akan datang serta dan keselamatan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi.

Secara umum, warga bangga punya potensi alam di desa ini. Namun belakangan masalah ini, aktivitas tambang tersebut,  di salah gunakan sejumlah pihak yang tidak peduli masalah lingkungan dan seenaknya saja melanggar aturan.

Kadis Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Partanahan dan Lingkungan Hidup Sidrap, Aryani mengatakan, berterima kasih kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan yang peduli dengan lingkungan hidup dengan menggelar pertemuan ini yang bertujuan untuk dengar pendapat dan mencari solusi terbaik.

Menurutnya, prosedur penambang harus mendapat izin untuk melakukan aktivitas, dengan mendapatkan izin prinsip, maka tata ruangnya jangan diabaikan agar proses pengerukan tidak berdampak pada kerusakan lingkungan.

Dijelaskannya, proses penambangan panjang prosedurnya agar tidak terjadi eksplorasi terhadap lingkungan, maka pihak penambang jangan melakukan semuanya saja. Walaupun sudah mengantongi izin, tapi kegiatannya merusak lingkungan, maka pihak berwenag berhak mencabut izin yang dimiliki.

“Pada dasarnya, aktivitas penambangan harus sesuai ketentuan yang ada, khususnya bagi penambang yang memiliki izin resmi dari pemerintah, namun hal itu tetap dalam pengawasan pemerintah dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan,” pungkasnya. (*).
Reporter: Sudarmin
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda