PAREPARE, PIJARNEWS.COM – Bursa pemilihan Calon Rektor IAIN Parepare semakin menarik. Dr. Islamul Haq, LC., M.A., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor. Membawa semangat representasi kaum muda, Islamul menegaskan kesiapannya membawa IAIN Parepare naik kelas ke level internasional.
Islamul menyebut keputusannya maju didasari oleh keyakinan bahwa IAIN Parepare saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track). Ia memuji capaian kampus yang kini telah mengantongi akreditasi Institusi (APT) Unggul.
“Saya maju mewakili kaum muda. Kalau kita lihat beberapa tahun terakhir, IAIN Parepare ini sebenarnya sudah on the track untuk menjadi kampus maju,” ujar Islamul kepada media, Senin (12/1/2026).
Ia membeberkan deretan prestasi mentereng yang telah diraih kampus, mulai dari kepemilikan 14 program studi terakreditasi Unggul hingga prestasi di bidang digital.
“Sinta kita pernah di urutan 8, sekarang di urutan 10 besar. Bahkan LMS (Learning Management System) kita urutan kedua se-Indonesia, hanya kalah dari Unesa. Kita sudah setara dengan PTKIN raksasa lainnya,” jelasnya.
Meski memuji capaian saat ini, Islamul mencatat ada beberapa sektor yang perlu dipoles. Jika terpilih, ia berkomitmen memperkuat aspek internasionalisasi dan penjaminan mutu pembelajaran.
“Kita perlu perbaikan di beberapa sektor, seperti masukan terkait internasionalisasi yang perlu ditingkatkan. Selain itu, monitoring pembelajaran harus terus dilakukan agar kemampuan mahasiswa benar-benar sesuai dengan profil lulusan yang kita janjikan,” tambah Islamul.
Langkah Islamul terbilang berani karena ia harus bersaing dengan nama-nama besar bergelar Profesor, seperti Prof. Andi Aderus, Prof. Hannani (petahana), dan Prof. Darmawati. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku tetap rendah hati.
“Calon-calon yang mendaftar itu adalah guru-guru saya. Saya banyak belajar dari mereka tentang cara memimpin organisasi dan banyak hal lainnya,” kata Direktur Pasca Sarjana IAIN Parepare ini.
Terkait rencana transformasi IAIN Parepare menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), Islamul optimis hal itu tinggal menunggu waktu. Saat ini, seluruh persyaratan mulai dari jumlah Guru Besar hingga luasan tanah sudah dalam proses.
“Proposal sudah berproses. Kita tinggal menunggu waktu kapan bertransformasi menjadi UIN KH Ambo Dalle. Memang kalau sudah jadi UIN, kita butuh perluasan tanah. Saya sudah ‘senter-senter’ (incar) lokasinya,” tutupnya sembari tertawa bersama tim pemenangan.
Reporter: Faizal Lupphy






