PINRANG, PIJARNEWS.COM – Sebuah rekaman video amatir yang menunjukkan adanya ulat pada lauk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di media sosial. Buntut kejadian ini, dapur produksi resmi ditutup dan penyaluran makan gratis untuk ribuan siswa dihentikan sementara.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (23/1/2026) lalu. Dalam video yang beredar, ulat ditemukan pada lauk ikan di dalam wadah makanan (ompreng) yang dibagikan ke siswa.
“Iya dapur ini ditutup, surat dari pusat waktu penutupannya sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Jadi kita sangat menunggu dari pusat saja,” kata Penanggung Jawab Yayasan pengelola MBG, Adrian, saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Imbas dari penutupan dapur produksi tersebut, ribuan siswa di wilayah Kecamatan Mattirobulu kini tidak lagi menerima jatah makan siang gratis. Pihak yayasan mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut untuk kelanjutan program.
“Itu juga salah satu faktor terdampak, dari 2.600 siswa yang kita layani akhirnya karena adanya kejadian ini sudah tidak menerima manfaat lagi dari MBG-nya,” ungkap Adrian.
Meski ditemukan ulat, Adrian mengklaim hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan menunjukkan hasil negatif terkait kandungan berbahaya lainnya. Fokus pemeriksaan meliputi bakteri hingga bahan pengawet.
“Kalau dari hasil Dinas Kesehatannya, Alhamdulillah negatif semua. Artinya dari segi bakterinya, pengawetnya, boraksnya, Alhamdulillah negatif semua,” jelasnya.
Diduga Kontaminasi Silang
Terkait keberadaan ulat, Adrian menjelaskan bahwa temuan tersebut hanya terdapat pada satu wadah dari ribuan porsi yang dibagikan. Ia menduga terjadi kontaminasi silang antara buah dan lauk di dalam satu wadah.
“Kalau indikasi ulatnya, temuan awalnya dari ikan. Tapi mungkin disinyalir dari kontaminasi silang dari buahnya juga yang berada di ompreng. Dari beberapa sampel dari 2.600 ompreng itu, yang jadi temuan cuma satu ompreng,” pungkasnya.
Reporter: Faizal Lupphy















