PAREPARE,PIJARNEWS.COM–Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) berhasil memperoleh dana hibah riset senilai Rp1,7 miliar melalui program Rispro LPDP Invitasi Indonesia Berkemajuan, hasil kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr. Patahuddin Hakim, M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan penandatanganan kontrak hibah bersama Ketua LPPM UMPAR Prof. Dr. Iradhatullah Rahim, S.P., M.P. Kegiatan penandatanganan kontrak hibah sekaligus coaching grantee ini dilaksanakan di Gedung AR Fakhruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Kamis (19/02/2026).
Dana hibah tersebut mendukung dua skema riset strategis. Pertama, skema Hilirisasi dan Komersialisasi dengan ketua tim Prof. Dr. Iradhatullah Rahim, S.P., M.P. Kedua, skema Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diketuai oleh Dr. Rahmawati, M.Eng. Kedua riset ini diharapkan mampu menghasilkan luaran yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mendorong kemajuan industri berbasis riset.
Dalam sambutannya, Direktur Fasilitasi Riset LPDP Dr. Ayom Widipaminto, M.T. menyampaikan bahwa LPDP memilih Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam gerakan kolaborasi penguatan ekosistem riset nasional. Menurutnya, komitmen pimpinan dan organisasi Muhammadiyah menjadi faktor penting, di samping proses seleksi yang ketat dan diawasi langsung oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Bambang Setiaji, M.Si. Ia menegaskan bahwa hibah riset ini dirancang secara serius dan berjangka panjang. Muhammadiyah berharap penelitian-penelitian yang didanai mampu memberikan dampak nyata, bahkan menghadirkan “kejutan” melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan industri. Pada kesempatan tersebut, Prof. Bambang juga mengucapkan selamat kepada 26 penerima hibah yang telah diumumkan secara nasional.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Muhadjir Effendy, M.AP. menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi Muhammadiyah dengan LPDP. Ia menekankan pentingnya jejaring (networking) dalam pengembangan riset, mengingat riset dengan dukungan dana besar berpotensi menghasilkan dampak yang luas. Prof. Muhadjir juga menyoroti perhatian Presiden terhadap penguatan riset di Indonesia serta menegaskan pentingnya regenerasi peneliti di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) agar ekosistem riset terus tumbuh dan berkelanjutan.
Capaian ini menjadi bukti komitmen UMPAR dalam memperkuat budaya riset dan inovasi, sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. (*)

















