UKW PWI Sulsel, Wartawan Dituntut untuk Selalu Update Ilmu Pengetahuan

Theo Yusuf MS (Pakai Kacamata), salah seorang penguji Dewan Pers memberi pengarahan kepada peserta UKW di Hotel Remcy, Makassar, Ahad, 29 September 2019.

MAKASSAR, PIJARNEWS.COMPelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan di Hotel Remcy, Makassar, Sabtu-Ahad, 28-29 September 2019, menyisakan catatan tersendiri bagi para penguji.

Salah seorang penguji, Theo Yusuf MS, yang menguji peserta UKW level muda menilai secara umum peserta sudah mengerti struktur berita 5 W + 1 H.

“Tetapi  membuat kalimat efektif, logika bahasa dan membuat angle berita itu yang masih kurang. Selain itu, untuk materi 1.1 soal hukum pers, masih banyak peserta perlu belajar,” kata Yusuf kepada pijarnews.com, Ahad, 29 September 2019.

Pengurus PWI Sulsel bersama tim penguji UKW.

Oleh karena itu, lanjut Yusuf, wartawan penting memiliki integritas dan terus mengupdate ilmu pengetahuannya. Mantan wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang ditunjuk Dewan Pers sebagai tim penguji ini juga menyarankan agar wartawan harus terus memperbaiki hubungan dengan jejaring nara sumbernya.   

Ketua PWI Sulsel, Agus Salim Alwi Hamu dalam sambutannya menyatakan pelaksanaan UKW ini dalam rangka mengoptimalkan dan meningkatkan kompetensi wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya di masing-masing daerah di Sulsel.

“UKW yang digelar ini sebagai wujud menata dan melahirkan wartawan yang profesional dalam setiap menjalankan tugasnya,” ungkapnya.

Direktur Utama Harian Fajar ini mengatakan, peserta yang hadiri mengikuti UKW ini datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Bahkan ada yang datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara.   

UKW tersebut diikuti 32 jurnalis dari berbagai media cetak, online dan elektronik. UKW kali ini hanya untuk jenjang muda dan utama. Ada tujuh tim penguji yang berasal dari PWI Pusat. Dari ke-32 peserta, yang berkompetensi 27 peserta. Lima peserta lainnya diberi kesempatan bisa mengulang lagi minimal enam bulan ke depan. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda