MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali memperluas cakupan keilmuannya di tingkat magister dengan membuka Program Studi Magister Manajemen Bisnis Syariah. Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan akademik dalam menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga profesional yang menguasai manajemen berbasis prinsip syariah.
Program baru ini telah resmi mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui SK Nomor 1123 Tahun 2024 yang terbit pada 4 November 2024. Selain itu, akreditasi minimum dengan peringkat Baik juga telah dikantongi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), menandakan bahwa program ini layak menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis mutu nasional.
Terdapat tiga konsentrasi yang ditawarkan dalam program ini: Manajemen Keuangan Syariah, Manajemen Pemasaran Syariah, serta Manajemen Sumber Daya Insani dan Kepemimpinan. Fokus kurikulum diarahkan pada integrasi antara prinsip-prinsip syariah dengan teori dan praktik manajerial kontemporer, untuk menjawab tantangan global di sektor bisnis dan keuangan Islam.
Ketua Program Studi, Prof. Dr. Hj. Rika Dwi Ayu Parmitasari, S.E., M.Comm., menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sebagai praktisi maupun akademisi.
“Kami menargetkan mahasiswa dari latar belakang yang beragam, baik mereka yang berasal dari dunia kerja maupun lulusan sarjana yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di bidang manajemen syariah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Pijarnews.com, Kamis (26/6/2025).
Pendaftaran mahasiswa baru sudah dibuka untuk tahun akademik berjalan dan dilakukan secara daring melalui situs resmi https://admisi.uin-alauddin.ac.id/. Informasi tambahan terkait syarat masuk dan jadwal kegiatan akademik dapat diakses melalui akun Instagram resmi program di @magistermbs.uinam.
Pembukaan program ini sekaligus mempertegas posisi UIN Alauddin sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan keilmuan dan kebutuhan praktis di lapangan, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan bisnis syariah di Kawasan Indonesia Timur. (rls)



















