toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Selasa, 9 Desember, 2025
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

TPT Meningkat, Fresh Graduated Sulit dapat Pekerjaan?

OPINI

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13:49, 21 Januari 2025
di Opini
Waktu Baca: 3 menit
TPT Meningkat, Fresh Graduated Sulit dapat Pekerjaan?

Oplus_131105

Oleh: Sitti Fatmawati Ilyas, S.Pd (Pendidik dan Aktivis Muslimah)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami peningkatan karena banyaknya pertumbuhan lulusan baru atau fresh graduated. Pada tahun 2023 tercatat sebesar 4,05 persen dan meningkat menjadi 4,11 persen pada tahun 2024. Peningkatannya sebesar 0,06 persen lantaran banyaknya angkatan kerja baru.

Peningkatan ini dikarenakan pertumbuhan jumlah lulusan baru dari SMA maupun Perguruan Tinggi yang akan masuk dalam angkatan kerja. Fenomena mencari pekerjaan setelah lulus belum sepenuhnya terserap oleh pasar kerja.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, Mursinah menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena setiap tahunnya banyak lulusan baru yang memasuki angkatan kerja, terutama setelah bulan Agustus. Masa-masa mencari pekerjaan tetapi penerimaan ataupun rekrutmen biasanya belum dibuka (Koran Kaltim, 29/12/2024).

Honest Card

Fresh graduated adalah sesuatu yang alamiah terjadi. Maka sudah seharusnya pemerintah memikirkan langkah selanjutnya untuk mereka. Karena jika terus dibiarkan, para fresh graduated ini akan menjadi penyumbang pengangguran yang besar setiap tahunnya. Jadi jauh sebelum hal tersebut terjadi, pemerintah  sudah menyediakan lapangan kerja, sekaligus mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja.

Baca Juga

Bencana Ini Tak Datang Sendiri

RT/RW dalam Pusaran Klientelisme

Faktanya, pemerintah tidak menyiapkan lapangan kerja secara luas dan gagal dalam menyiapkan SDM yang berkualitas sebagaimana yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sehingga banyak angkatan kerja lulusan SMK/PT pada akhirnya tidak terserap di dunia kerja. Para akademisi berpendapat bahwa akar masalah pengangguran terletak pada ketidakcocokan antara keterampilan yang diajarkan di dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Para pencari kerja dari kalangan lulusan pendidikan formal seperti SMK sering kali dianggap kurang siap menghadapi tuntutan dunia industri.

Di sisi lain, pemerintah justru mengimpor tenaga kerja asing hanya karena acapkali dinilai tenaga kerja asing lebih berkualitas dan secara skill lebih unggul. Hal ini akan menambah persaingan yang sudah semakin ketat dan lapangan kerja akan semakin sempit. Mirisnya yang seringkali terjadi adalah SDM lokal akan kalah bersaing dengan tenaga asing.

Ironis, sekolah terus digenjot dengan berbagai program dalam menyiapkan SDM siap kerja. Namun pada akhirnya hanya akan menjadi buruh kasar dengan gaji murah bagi para kapitalis.

Pendidikan dalam Islam

Islam memprioritaskan pendidikan sebagai awal modal membangun sebuah peradaban. Pendidikan dalam Islam adalah upaya sadar yang terstruktur, terprogram dan sistematis dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kepribadian Islam, menguasai kepribadian Islam yang andal sehingga mampu mengelola negara berlandaskan syariat Islam, menguasai ilmu-ilmu terapan seperti ilmu pengetahuan umum dan teknologi serta memiliki kemampuan yang berguna dan berdaya guna untuk umat dan kehidupan.

Kurikulum yang memiliki fungsi sebagai perangkat dalam mengarahkan peserta didik pada tujuan pendidikan, harus berlandaskan akidah Islam. Ini berarti setiap materi pembelajaran atau pengetahuan yang berkaitan dengan keimanan dan hukum Islam bersumber dari akidah Islam. Adapun yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan di luar perkara keimanan dan hukum Islam (IPTEK), maka akidah Islam harus dijadikan sebagai standar penilaian.

Konsep Islam Mengatasi Pengangguran

Islam mewajibkan negara mengurus rakyat dengan pengurusan yang sempurna. Rangkaian konsep Islam untuk mengatasi problem pengangguran dapat dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, salah satu mekanisme untuk memenuhi kebutuhan adalah dengan bekerja. Dengan begitu, negara berperan penting untuk membuka lapangan kerja, terutama bagi para ayah/wali yang mengemban kewajiban dari Allah Swt untuk mencari nafkah.

Pada tataran ini, negara juga akan mengedukasi dan memotivasi para ayah/wali itu untuk memaksimalkan upaya dalam memenuhi kewajiban atas nafkah tersebut. Jadi jelas, penyelesaian benang kusut ketenagakerjaan pada dasarnya bertumpu pada upaya pemenuhan kebutuhan hidup serta upaya meningkatkan kesejahteraan hidup.

Kedua, negara bertanggung jawab membuka lapangan kerja untuk menunaikan amanah sebagai pengurus rakyatnya. Selain membuka lapangan kerja, negara dapat memberi modal kepada para ayah/wali itu untuk mengembangkan usaha dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya.

Inilah mekanisme sistemis sebagai wujud relasi antara rakyat dan negara. Relasi ini akan menstimulasi produktivitas negara untuk mengelola SDA maupun aset negara, yang notabene akan membuka banyak lapangan kerja.

Ketiga, adanya SDM dengan skill (keahlian, keterampilan) yang negara butuhkan tentu melalui proses yang tidak bisa instan. Di sinilah peran negara untuk mempersiapkan SDM. Hal itu bisa negara lakukan melalui pendidikan formal seperti mendirikan sekolah maupun pendidikan tinggi dengan berbagai jurusan. Juga berupa pelatihan, pembekalan skill, maupun program belajar dari negara lain. Ini sebagaimana yang pernah Rasulullah saw lakukan saat mengutus beberapa sahabat untuk mempelajari teknologi perang di Yaman. Wallahu a’lam bishshowwab. (*)

 

 

Terkait: Opini

BERITA TERKAIT

Bencana Ini Tak Datang Sendiri

Bencana Ini Tak Datang Sendiri

5 Desember 2025
RT/RW dalam Pusaran Klientelisme

RT/RW dalam Pusaran Klientelisme

2 Desember 2025
Ketika Pemberdayaan Berubah Arah: Antara UMKM dan Krisis Identitas Perempuan Muslimah

Ketika Pemberdayaan Berubah Arah: Antara UMKM dan Krisis Identitas Perempuan Muslimah

2 Desember 2025
Piring Gizi Anakku Dijual Murah: Kapitalisme yang Menguasai Dapur Sekolah

Piring Gizi Anakku Dijual Murah: Kapitalisme yang Menguasai Dapur Sekolah

30 November 2025
Krisis Sudan dan Kepentingan Barat: Alarm Persatuan Negeri Muslim

Krisis Sudan dan Kepentingan Barat: Alarm Persatuan Negeri Muslim

10 November 2025
Anak Sekolah dan Bunuh Diri: Kegagalan Sistem Sekuler

Anak Sekolah dan Bunuh Diri: Kegagalan Sistem Sekuler

10 November 2025
Selanjutnya
Penanaman Jagung Serentak, Pj Wali Kota Parepare Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan 2025

Penanaman Jagung Serentak, Pj Wali Kota Parepare Tegaskan Dukung Program Swasembada Pangan 2025

Berita Terbaru

Ribuan Santri Saksikan Kemegahan Grand Final Debat Ilmiah Keislaman Santri Al-Risalah Batetangnga

Ribuan Santri Saksikan Kemegahan Grand Final Debat Ilmiah Keislaman Santri Al-Risalah Batetangnga

8 Desember 2025
Satu Layar, Sejuta Latar: AERAS Hidupkan Ruang Seni Budaya di SMA 5 Parepare

Satu Layar, Sejuta Latar: AERAS Hidupkan Ruang Seni Budaya di SMA 5 Parepare

7 Desember 2025
Edukasi Sejarah dan Religi, Sekretaris UMPAR Ucapkan Milad Muhammadiyah di Makam KH Ahmad Dahlan

Edukasi Sejarah dan Religi, Sekretaris UMPAR Ucapkan Milad Muhammadiyah di Makam KH Ahmad Dahlan

5 Desember 2025
Bencana Ini Tak Datang Sendiri

Bencana Ini Tak Datang Sendiri

5 Desember 2025
Lapor Pak Wali dan Semangat Baru Pelayanan Publik di Parepare

Lapor Pak Wali dan Semangat Baru Pelayanan Publik di Parepare

4 Desember 2025
Bagian Program Bimbingan Karier, Siswa Kelas 12 SMA Bosowa School Makassar  Internship Program

Bagian Program Bimbingan Karier, Siswa Kelas 12 SMA Bosowa School Makassar Internship Program

3 Desember 2025
Magang di Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bawa Pulang Ilmu Berharga dan Uang Saku 40 Juta

Magang di Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bawa Pulang Ilmu Berharga dan Uang Saku 40 Juta

3 Desember 2025
Disaksikan Kasatgas KPK, Pemkot Parepare Perkuat Kolaborasi APIP dan APH Cegah Korupsi

Disaksikan Kasatgas KPK, Pemkot Parepare Perkuat Kolaborasi APIP dan APH Cegah Korupsi

2 Desember 2025
RT/RW dalam Pusaran Klientelisme

RT/RW dalam Pusaran Klientelisme

2 Desember 2025
Ketika Pemberdayaan Berubah Arah: Antara UMKM dan Krisis Identitas Perempuan Muslimah

Ketika Pemberdayaan Berubah Arah: Antara UMKM dan Krisis Identitas Perempuan Muslimah

2 Desember 2025

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.