Tindakan Represif Petugas Pada Demo Tolak UU Cipta Kerja di Parepare Tuai Kecaman

Tindakan Represif Petugas Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Parepare Tuai Kecaman
Demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Parepare, berakhir ricuh. --Foto : Pijarnews--

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Tindakan represif yang dilakukan petugas kepolisian saat mengawal aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Parepare menuai kecaman.

Kecaman itu datang dari pengunjukrasa yang disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Parepare dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare.

“Tidak sepantasnya aparat kepolisian melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa. Ada 12 orang peserta aksi yang dilarikan ke rumah sakit. Tindakan ini sudah tidak sejalan dengan tugas dan fungsi kepolisian,” sesal Ketua Cabang PMII Kota Parepare, Zulkifli, Rabu (7/10/2020).

Hal serupa juga dikatakan Presiden Mahasiswa UM Parepare, Sayhrul. Menurutnya, tindakan yang dilakukan petugas keamanan tidak seharusnya terjadi.

“Tugas Polri harusnya menjadi pengayom bagi kami. Bukan malah menunjukkan sikap represif terhadap mahasiswa,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mendesak agar Polres Parepare segera membebaskan sejumlah mahasiswa yang ditahan karena dituding anarkis.

Sementara itu, Kapolres Parepare AKBP Budi Susanto menyebutkan, pada dasarnya pihak keamanan bertugas mengawal degan baik jalannya unjukrasa. Namun, ia menyayangkan adanya oknum mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis.

Kata dia, jika saja demonstran mau mengutus perwakilannya masuk bertemu dengan pimpinan DPRD Parepare, maka kericuhan bisa dicegah.

“Dalam hitungan tidak sampai lima menit, kami masih menegosiasi. Ada saja oknum mahasiswa yang mendorong. Karena tidak mampu mendorong kami, akhirnya mereka menggunakan alat. Dalam posisi seperti ini, kami yang terjepit,” ungkapnya.

Olehnya itu, Budi mengimbau agar pendemo dalam menyampaikan aspirasi, selayaknya dengan cara yang lebih beretika.

“Kami mengimbau agar ke depan aksi seperti itu bisa lebih beretika lagi. Tidak menggunakan cara-cara yang tidak mencerminkan sebagai anak bangsa yang baik,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Parepare, ricuh. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Fraksi Rakyat (Afarat) itu mencoba masuk ke halaman Kantor DPRD Parepare. Namun, dihalau oleh petugas kemanan. Akibatnya, aksi saling dorong pun tak terelakkan.

Pada Aksi itu, polisi sempat melepaskan beberapa kali tembakan gas air mata. Akibat aksi itu juga, belasan mahasiswa dilarikan ke RSUD Andi Makkasau karena mengalami luka-luka. (*)

Reporter : Hamdan & Sucipto Al-Muhaimin

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News