MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) yang terdiri Andi Muhammad Anshar, Maming dan Isnawati bersama Dosen Universitas Trunojoyo Madura seperti Dr. Sabaruddin Akhmad, Dr. Iskandar, Dr. Retno, dan Ita Kurniawati melakukan diskusi dengan masyarakat di desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Selasa (9/12/2025).
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Andi Muhammad Anshar menyampaikan bagaimana teknologi dalam membuat garam krosok yang baik dan benar sehingga dihasilkan garam krosok dengan kadar NaCl diatas 94%. Sedangkan Dr. Sabar menyampaikan terkait pentingnya membangun kolaborasi antara pihak akademisi, pemerintah daerah, pemilik lahan dan bumdes maupun koperasi merah putih kedepannya dalam mengembangkan garam di kabupaten Maros. Saat ini, kebutuhan akan garam di Indonesia masih sangat tinggi sehingga potensi pasar untuk garam masih sangat besar.
Sedangkan Dr, Iskandar yang juga merupakan ketua LPPM UTM Madura dalam diskusi tersebut menyampaikan pentingnya legalias lahan yang nanti akan digunakan agar kedepannya tidak terjadi konflik sosial dalam pengembangan garam. Lebih lanjut Dr. Iskandar menyampaian bahwa dengan adanya legalitas lahan yang digunakan maka pendatan petani garam dalam rangka pembinaan dapat dilakukan dengan mudah.
Sedangkan Dr. Retno menyampaikan bagaimana pentingnya peran Bumdes dan Koperasi Merah Putih nantinya pada pengembangan garam. Bumdes dan Koperasi Merah Putih dapat berperan sebagai pemberi modal bagi para petambak garam untuk menghindari masuknya tengkulak. Lebih jauh Dr, Retno juga menyampaikan bahwa selain sebagai pemberi modal, gerai pada bumdes dan koperasi merah putih dapat digunakan untuk memasarkan garam hasil produksi petambak.
Anshar yang merupakan ketua tim pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang telah mendanai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Ampekale, tim LPPM Universitas Hasanuddin, pemerintah kabupaten Maros, Camat Bonto, Kades Ampekale, Poklahsar Fiantika Jaya sebagai mitra dan masyarakat desa Ampekale yang telah menyukseskan acara tersebut. (rls)


















