Target Terbitkan 100 Buku Ajar, LP2M Parepare Latih Dosen Menyusun Buku

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar workshop Academic Writing Penyusunan Buku Ajar Berbasis Riset, Selasa, 23 Juli 2019.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ahmad Sultra Rustan selaku Rektor IAIN Parepare, direncanakan akan berlangsung selama tiga hari hingga 25 Juli 2019 di gedung Zona Akreditasi IAIN Parepare.

Sebanyak 29 peserta perwakilan yang terdiri dari berbagai fakultas yang ada di IAIN Parepare serta perwakilan dari STAI DDI Pinrang dan STAIN Majene dengan menghadirkan tiga narasumber di antaranya Ahmad Sultra Rustan, Mahrus Wahid, dan Ngainun Naim.

Ketua LP2M IAIN Parepare, Muh. Djunaidi mengungkapkan pentingnya peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dalam hal ini dosen sebagai akademisi.

“Sekarang kalau kita menyaksikan apa yang ada pada lingkungan IAIN Parepare pembangunan infrakstruktur adalah sesuatu hal yang patut kita syukuri dan banggakan namun perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM bagi tenaga-tenaga akademisi. Apabila kedua ini berjalan Insya Allah kita akan menghasilkan output yang dapat dibanggakan untuk pengembangan perguruan tinggi,” ucap Djunaidi saat memberi sambutan.

Sementara Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan adanya relevansi kegiatan workshop Academic Writing dengan program lembaga.

“Kita ini sudah memprogramkan 100 buku ajar yang akan ditulis oleh dosen IAIN Parepare. Insya Allah pada tahun yang akan datang kita akan tambah lagi dari segi kuantitas untuk penulisan buku ajar,” ucap Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan.

Ahmad juga berharap agar dosen menyusun buku ajar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa ataupun masyarakat umum.

Selain itu, penyusunan buku ajar berbasis riset yang dilakukan oleh dosen akan turut ikut menunjang kemampuan riset mahasiswa.

“Kita meminta kepada semua dosen untuk berorientasi pada riset sehingga mahasiswa pun akhirnya tertunjang oleh kemampuan untuk melakukan riset di lapangan karena ini menjadi kewajiban untuk setiap mata kuliah,” tambah Ahmad Sultra Rustan.

Salah satu peserta Suhartina mengaku termotivasi untuk segera menulis buku ajar berbasis riset.

“Banyak ilmu baru yang kita ketahui tentang penulisan berbasis riset karena kemarin buku yang saya buat itu kayaknya belum berbasis riset. Saya termotivasi untuk segera menulis,” ucapnya saat ditemui usai pelaksanakan kegiatan hari pertama.

Rektor IAIN Parepare juga mengingatkan agar dalam penyusunan buku ajar tetap memperhatikan karakter lembaga seperti visi dan tagline agar memberi warna yang berbeda dengan buku ajar yang dibuat oleh orang-orang di luar IAIN Parepare. (*)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda