Sungai Pekkabata-Lampa Penuh Sampah, Ini yang Perlu Dilakukan

PINRANG, PIJARNEWS.COM — Sungai yang melintas di dua kelurahan yakni Pekkabata dan Lampa, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, kini penuh dengan sampah. Ini terpantau PIJARNEWS pada Ahad (17/11/2019) sekira pukul 10.40 wita.

Beragam jenis sampah terlihat di sungai tersebut seperti sampah plastik dan sampah daun. Bukan hanya itu, sungai ini juga sudah mulai ditumbuhi rumput.

Jika musim hujan tiba, diprediksi sungai ini akan tersumbat sehingga air sulit mengalir ke laut. Karena itu, pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama warga diharap bisa bersatu membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang sungai tersebut.

Sampah menumpuk di Sungai Pekkabata dan Lampa.

Pembersihan secara gotong royong dan melibatkan petugas kebersihan idealnya dilakukan sebelum musim hujan tiba. Agar dua kelurahan tersebut bisa terhindar dari musibah banjir. Sampah tersebut bukan pula didorong hingga ke laut bila sudah ada air sungai. Sebab di laut, beragam biota laut yang terganggu jika banyak sampah. Utamanya sampah plastik.

Karena itu, warga harus sadar untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.

Hasil pantauan PIJARNEWS, di bekas terminal Lampa, sudah ada tempat pengolahan sampah yang dibuat pemerintah kerjasama dengan masyarakat. Namanya, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS-3R) Duampanua.

Informasi yang diperoleh, harga retribusi pemungutan sampah rumah tangga yakni Rp10 ribu per bulan.

Pengangkatan sampah yang dijemput di depan rumah warga berlangsung setiap hari Rabu dan Ahad. Artinya, dalam sebulan delapan kali pengangkutan. Karena itu, warga diharap tidak lagi membuang sampah demi asrinya lingkungan.

Penulis pernah berkunjung ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Di sebagian lokasi Balikpapan, pemerintah bersama warganya peduli terhadap kebersihan. Informasi yang diperoleh, setiap warga diminta membuang sampah di tempat pembuangan sampah sebelum jam 7 pagi. Sebab jika lewat dari jam tersebut, akan dikenakan denda Rp50 ribu dan dibayar di pengadilan.

“Dengan adanya sistem tersebut, akhirnya sebagian warga Balikpapan sadar dan sudah terbiasa membuang sampah rumah tangga sejak malam hari hingga subuh hari,” ujar Sulaeman Baba (47), warga asal Parepare yang sudah puluhan tahun tinggal di Balikpapan.

Berbagai kalimat motivasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sudah lama kita ketahui. Namun masih sebagian kecil warga yang menerapkannya. Seperti kebersihan itu sebagian dari pada iman. Atau, jika tak mampu membersihkan, maka janganlah mengotori. Karena itu, yuk kita jaga bersama agar lingkungan kita bisa bersih. Yang paling mendesak yakni bergotong royong membersihkan sungai Pekkabata-Lampa dari ‘kepungan’ sampah. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda