Sopir Truk Minta Kejelasan Soal Kelangkaan Solar

Jejeran truk menunggu pengisian solar di SPBU Tanete, Sidrap, Rabu (6/11/2019).

SIDRAP, PIJARNEWS.COM — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebulan terakhir meresahkan sejumlah warga di Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya angkutan logistik yang membawa beberapa komoditas.

Kondisi ini membuat aktivitas yang melalui jalur logistik Sulsel menjadi terhambat, karena harus antre di SPBU.

Di Kabupaten Sidrap misalnya, hampir setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipadati mobil truk. Seperti terlihat di SPBU Tanete, Kecamatan Marintengngae. Tampak antrean panjang truk menunggu pengisian solar yang belum ada kepastian tiba. 

Kahar, salah seorang sopir yang ditemui di SPBU Tanete mengaku sejak siang sekira pukul 11.00 wita ia sudah antre. Namun hingga malam belum ada kepastian pengisian solar.

“Kami belum ada kepastian jam berapa pengisian, namun kami tetap rela mengantre hingga saat ini. Jangankan antrean sampai malam, bermalam di SPBU pun pernah saya lakukan,” ungkap Kahar kepada PIJARNEWS, Rabu (5/11/2019) malam.

Sopir truk Sidrap-Mangkutana itu meminta ada kejelasan pihak PT Pertamina Persero mengenai kelangkaan solar.

“Kalau memang harga naik, yah kami tetap beli, saat ini kita mau beli namun tidak ada solar. Kalau begini yang rugi kan kami juga, karena pekerjaan kami terhambat,” tambahnya.

Senada dengan itu, Yudi, sopir truk Cahaya Sembilan asal Lawawoi juga mengeluh akibat kelangkaan BBM jenis solar.

“Mestinya kami jalan mengangkut gabah di Luwu Timur, namun karena tidak ada solar jadi tidak bisa jalan. Akibatnya pendapatan kami turun drastis. Biasanya 3 kali sepekan kami jalan, namun sekarang hanya mampu jalan sekali sepekan,” sebutnya.

Sementara pihak SPBU Tanete, Iwan mengatakan suplai solar lancar setiap hari meski jam pengisiannya tidak menentu.

“Jatah Solar 8.000 liter per hari, namun jam pengisiannya tidak menentu,” singkatnya.

Reporter : Sudarmin

Editor : Alfiansyah Anwar

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda