Siswa Enrekang Tak Punya Gadget untuk Belajar, Mahasiswa PMM UMM Malang Turun Tangan

ENREKANG, PIJARNEWS.COM — Pandemi Covid-19 mempengaruhi aktivitas manusia, termasuk pada pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN PMM Universitas Muhammadiyah Malang asal Enrekang, di Desa Eran Batu, Kecamatan Buntu Batu.

Hal itu juga yang melatar belakangi Mahasiswa KKN Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) kelompok 50 desa Eran Batu untuk turun tangan membantu tim pengajar SDN 80 Liangbai dengan sistem belajar luring.

Dwi Damayanti, koordinator kegiatan menjelaskan, proses belajar luring dilakukan dengan mengunjungi rumah siswa di setiap dusun, dengan jumlah siswa dibatasi, yakni 1-5 orang saja.

“Pandemic covid-19 memaksa ruang belajar anak-anak SDN 80 Liangbai pindah ke rumahnya masing-masing. Penerapan sistem belajar dengan metode daring mengakibatkan sulitnya anak-anak SD untuk mendapatkan materi pembelajaran dikarenakan jaringan internet. Salah satunya, seperti yang dialami anak-anak di desa Eran Batu Kec. Buntu Batu Kab. Enrekang,” ujar Dwi Damayanti.

Guru SDN 80 Liangbai, Ibu Anty mengungkapkan belajar dengan cara berkelompok sebenarnya tidak diizinkan oleh otoritas pendidikan di Kabupaten Enrekang.

“Kami punya alasan kuat mengapa anak-anak sekolah terutama murid dari SDN 80 Liangbai tetap berkumpul, karena orang tua mereka tidak mempunyai gadget dan terbatasnya akses internet membuat pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak,” ungkap Guru SDN 80 Liangbai ini.

Anggota KKN PMM kelompok 50, Rizki Alda Amaliah mengungkapkan, mereka tetap optimis ditengah segala keterbatasan, meski demikian, mereka tetap semangat walau berada dalam kondisi tidak normal.

“Semoga dengan adanya belajar secara luring ini anak-anak di SDN 80 Liangbai tetap mampu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan serta keterampilan yang sempat tertinggal pada saat covid-19 akibat keterbatasan fasilitas pendukung,” tutur Rizki. (*)

Reporter : Armin

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News