ENREKANG, PIJARNEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare Posko 27 menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan rembuk stunting yang dilaksanakan pada, Selasa (15/7/2025), di Desa Batu Noni, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemaparan seminar program kerja mahasiswa KKN IAIN Parepare
Rembuk stunting merupakan upaya bersama antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menangani permasalahan stunting secara terencana dan menyeluruh. Dalam forum tersebut, mahasiswa KKN turut berperan dengan memberikan gagasan serta mendukung proses edukasi masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting.
Sebanyak 12 mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Dandi, Fauzan, Dian, Aulia, Hera, Tika, Satriani, Syafika, Nurhikmayani, Winda, Humaerah, dan Hafiza.
Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari warga dan pemerintah desa.
Darman selaku Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Batu Noni dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar program kerja mahasiswa KKN dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa, harapan kami, program kerja yang dijalankan bisa berjalan dengan baik dan dibutuhkan oleh desa kami, serta dapat dijalankan bersama-sama,” ujarnya.
Setelah rembuk stunting, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat penerima.
Puncak kegiatan hari ini ditandai dengan seminar pemaparan program kerja oleh mahasiswa KKN Mandiri IAIN Parepare. Program yang dipaparkan berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya Dandi selaku kordes posko 27 menyampaikan harapannya, agar program kerja ini dapat dijalankan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Kami selaku mahasiswa KKN Mandiri IAIN Parepare sangat berharap semoga program kerja ini dapat terlaksana,” ungkapnya
“Kami juga meminta bantuan untuk masyarakat agar membersamai kami selama menjalankan program kerja ke depanya,” tandasnya.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan desa, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial. (rls/why).



















