Semula Merasa “Tidak Dianggap”, Istri Bupati Barru Melenggang ke Senayan

 

TRIBUN TIMUR/AKBAR

drg Hasnah Syam Mars

BARRU, PIJARNEWS.COM–Pasca Pileg 2019, nama istri Bupati Barru, Suardi Saleh, drg Hasnah Syam Mars mendadak ramai diperbincangkan publik, khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, ibu dokter gigi, sapaan akrab istri pejabat kepala daerah Barru itu diketahui ikut bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II memperebutkan kursi DPR RI lewat pertai NasDem.

Di Dapil tersebut ia bersaing dengan sejumlah elite politik.

Sebut saja Ketua DPP NasDem sekaligus mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Kemudian, pesaing berat lain yang merupakan petahana tenar dan juga elit NasDem yakni Akbar Faisal, dan beberapa istri bupati di Sulsel.

Dari sembilan kabupaten/kota di Dapil Sulsel II, Hj Hasnah Syam berhasil mendapatkan suara tertinggi.

Ia mengalahkan SYL, Akbar Faisal dan pesaing lainnya dengan total perolehan 51.871 suara.

Dengan perolehan suara itu, Hasnah Syam sudah dipastikan lolos dan akan melenggang ke DPR Senayan.

Berikut petikan wawancara eksklusif wartawan Tribun Timur, Akbar HS bersama drg Hasnah Syam Mars di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Barru di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulsel, Kamis, 16 Mei 2019.

1. Berdasarkan penghitungan suara hasil Pileg 2019, Anda lolos ke Senayan. Bagaimana perasaan Anda?

Saya tentu pasti bahagia, namun saya merasa masih kayak mimpi antara percaya dengan tidak. Tetapi itulah mungkin sudah ditakdirkan oleh Allah.

2. Berapa hasil perolehan suara yang Anda dapatkan di Dapil Sulsel II yang meliputi Dapil Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo dan Pare-pare ?

Di Sulsel II data yang saya lihat kemarin kurang lebih 51 ribu.

3. Apakah jumlah suara Anda hasil rekap KPU sesuai target Anda sebelumnya? Berapa sebenarnya target jumlah suara Anda?

Sebenarnya kami juga dari tim tidak pernah menargetkan, kami hanya berusaha bagaimana meraup suara sebanyak – banyaknya.

Kita ini bertarung di Dapil Sulsel II, ada sembilan kandidat dan kita tidak tahu mereka bakal memperoleh berapa suara. Untuk itu kami hanya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan suara sebanyak – banyaknya.

4. Hari ke berapa setelah pencoblosan Anda tahu atau bisa memastikan bahwa Anda lolos ke parlemen?

Untuk memastikan, kami kan juga menunggu hasil dari (perolehan suara) sembilan kabupaten dan juga sembilan kandidat. Jadi hanya bisa memprediksi nanti setelah kurang lebih dua minggu (setelah Pileg). Itupun nanti setelah DA1 terkumpul baru ditahu bayangannya.

5. Anda mampu mengalahkan suara yang diperoleh Akbar Faisal dan mantan Gubernur Sulsel. Apakah hal ini sudah Anda prediksi atau diluar dugaan?

Sebenarnya kami juga dari tim tidak pernah menargetkan, kami hanya berusaha bagaimana meraup suara sebanyak – banyaknya.

Seperti yang saya sampaikan tadi, saya dan tim tidak pernah memprediksi tetapi yang saya selalu sampaikan walaupun orang selalu mengatakan bahwa Dapil Sulsel II ini adalah Dapil neraka.

Tetapi saya selalu sampaikan bahwa tidak ada istilah Dapil neraka karena sembilan kandidat dan di partai kami sendiri (NasDem) sama-sama punya peluang.

Untuk itu saya hanya berusaha semaksimal mungkin karena saya masuk dipertarungan ini artinya akan ada dua, gagal atau berhasil. Dan untuk berhasil itu bagaimana berusaha maksimal dan juga doa.

6. Boleh kami tahu bagaimana cara Anda mampu meraup suara begitu banyak?

Saya memang disamping memaksimalkan sosialisasi di Kabupaten Barru. Dan juga kami berusaha bagaimana untuk mendapatkan banyak suara di delapan kabupaten/kota yang masuk di Dapil kami.

Untuk hasil di Kabupaten Barru sendiri tinggi, mungkin karena memang saya selama ini sudah sering berkunjung ke masyarakat utamanya ke daerah terpencil sebelum jadi Caleg, sehingga masyarakat juga sudah terbiasa.

7. Di daerah mana suara Anda paling tertinggi dan terendah yang masuk di Dapil Sulsel II?

Selain di Kabupaten Barru, kami mendapatkan suara tertinggi itu di Bulukumba, kurang lebih dua ribu, menyusul Maros.

Terendah itu di daerah Sinjai, kami hanya mendapatkan suara 264.

8. Apa penyebabnya sehingga di Sinjai suaranya bisa rendah ?

Kemarin saat Pemilu yang kita terapkan itu termasuk sistem kekeluargaan atau kenalan yang ada di kabupaten. Dan di Sinjai mungkin karena kami tidak terlalu garap dan karena keluarga kurang di sana sehingga perolehan suara kami tidak sebesar dengan yang ada di Kabupaten lain.

9. Mohon diceritakan singkat suka dukanya kampanye sebagai caleg DPR RI?

Saya nyaris tidak merasakan dukanya, karena memang saya turun sosialisasi itu. Pertama bagaimana perbaiki niat saya, yang kedua saya selalu agar bagaimana perasaan saya selalu enjoy. Jadi apapun yang saya hadapi boleh dikata tidak kendala.

Kalaupun ada suka dukanya itu biasanya kalau di daerah pegunungan terus jalanan tidak bisa dilewati mobil, jadi kami harus jalan kaki beberapa kilometer lagi untuk ke tempat yang akan kami laksanakan sosialisasi.

10. Adakah kenangan unik, lucu atau sedih yang Anda alami selama proses Anda maccaleg? Jika ada, apakah itu?

Sebelumnya saya terkadang merasa sedih karena saya tidak pernah dianggap atau tidak ada yang memprediksi bahwa saya yang bakalan lolos.

Tapi saya selalu berusaha dan berdoa dan Alhamdulillah bisa mengalahkan yang satu petahana dan yang kedua mantan gubernur dua periode.

11. Kata sebagian orang, ongkos untuk lolos ke parlemen sangat mahal. Apalagi caleg DPR RI. Menurut Anda?

Dibilang mahal tidaknya bergantung juga. Tapi buat saya segala sesuatunya tidak bisa jalan tanpa uang, tetapi uang juga bukan segalanya.

12. Kami mendapat kabar biaya caleg agar bisa duduk di DPR RI itu minimal Rp 5 miliar.
Boleh kami tahu, total pengeluaran Anda selama jadi caleg DPR RI itu lebih Rp 5 miliar atau kurang?

Saya merasa tidak juga sampai mahal, karena sebagian juga masyarakat hanya dengan sentuhan dari hati ke hati itu juga sudah jadi.

Kalau biaya saya, tidak kuhitung berapa. Tidak sampai begitu juga banyaknya.
Biayanya hanya biaya kebutuhan sosialisasi umum saja, seperti uang transport, penginapan, dan makan.

13. Menjadi anggota DPR RI berarti waktu dan fisik Anda bakal sering di Jakarta.
Lalu bagaimana tugas Anda sebagai istri bupati sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru?

Nanti bisa diatur. Mungkin dalam seminggu itu di sana bisa dua atau tiga hari di sini lagi. Bisa selang seling.

14. Apa harapan Anda setelah nantinya duduk di DPR RI ?

Mudah – mudahan saya bisa sehat dan diberi kekuatan oleh Allah sehingga bisa mengemban amanah yang telah diberikan oleh masyarakat. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda