Sekda Enrekang Dinilai Langgar Maklumat Bersama, Ketua DPRD: Melawan Covid-19 Mungkin Hanya Omong Kosong

DPRD Enrekang
Ketua DPRD Enrekang, Muh. Idris Sadik

ENREKANG, PIJARNEWS.COM – Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik menilai permintaan maaf Pemkab Enrekang kepada Forkopimda dan seluruh masyarakat atas beredarnya informasi buka puasa bersama di Rumah Jabatan Sekda Enrekang belum cukup mengembalikan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Idris Sadik meminta kepada Pemkab Enrekang agar memulihkan krisis kepercayaan masyarkat pada Pemkab Enrekang.

“Kembalikan dan pulihkan kepercayaan masyarakat, karena bagaimana kita harus bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19. Karena kalau tidak krisis kepercayaan khususnya terhadap maklumat tersebut atau harapan kita untuk melawan Covid-19 mungkin hanya sebatas omongan belaka,” tegasnya, Selasa (28/4/2020)

Ia pun menjelaskan, sekarang masyarakat sudah banyak yang melakukan sholat tarawih di masjid karena melihat pemerintahan saja melanggar imbauan yang telah dikeluarkan.

“Kenapa masyarakat sekarang harus melakukan tarawih secara sembunyi-sembunyi di masjid, kenapa tidak dari sebelumnya melakukan tarawih, karena sudah terjadi krisis kepercayaan terhadap maklumat itu sendiri, kepercayaan itu yang harus dikembalikan bahwa kita bersama-sama melawan Covid-19,” jelasnya.

“Minta maaf tidak cukup mesti harus ada langkah-langkah strategis untuk menjembatani itu, supaya kemudian kepercayaan itu bisa kembali. Sesungguhnya kita baru memulai start untuk menangani, kalau itu sudah buyar maka sia-sia semua yang kita sudah kerjakan,” tutur Idris Sadik.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang secara resmi memohon maaf kepada Forkopimda dan seluruh masyarakat atas beredarnya informasi buka puasa bersama di Rumah Jabatan Sekda Enrekang, Sabtu (25/4/2020).

Buka puasa bersama yang juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Enrekang tersebut santer menuai sorotan publik, khususnya warga netizen.

Permohonan maaf diungkapkan Pemkab Enrekang melalui Kadis Kominfo dan Statistik, Hasbar, Senin (27/4/2020).

Hasbar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah buka puasa bersama, karena tidak ada jadwal dan undangan resmi dari pemerintah daerah.

“Di samping itu juga adanya maklumat bersama yang telah disepakati. Acara tersebut adalah acara masuk rumah jabatan yang dihadiri oleh internal keluarga dan beberapa tetangga di sekitaran rumah jabatan,” jelas Hasbar.

Reporter :Armin

Editor : Muhammad Tohir

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News