• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 12 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Secangkir Kopi Melepas Depresi untuk Menemani Senjamu

Oleh Hanifa Baktiar (Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam IAIN Parepare)

Amrihani Editor: Amrihani
9 Januari 2023
di Opini
Hanifa Baktiar

Hanifa Baktiar

OPINI-Zaman ini dipenuhi dengan berbagai macam tekanan baik itu di dunia kerja bagi orang dewasa, Sekolah atau dalam dunia perkuliahan pada remaja dan berbagai profesi serta kesibukan lainnya. Dimana hal tersebut menjadi tolak ukur seseorang mengalami tekanan-tekanan tertentu.  Tidak jarang ditemui orang-orang yang sangat senang meluangkan waktunya untuk rehat sejenak menikmati seseduh kopi itu hanya untuk sekedar menghilangkan penat dan rasa lelahnya setelah menghadapi tekanan yang dilaluinya.

Masyarakat luas terutama remaja sering kita temui disatu tempat yang sama pada sore hari di pinggir laut untuk menanti senja seraya menyapa hamparan dinginnya angin laut. Banyak dari mereka mencintai anugrah Tuhan tersebut dan menikmati indahnya alam dengan secangkir kopi yang sengaja disuguhkannya. Memanjakan mata dengan melihat, memotret dan membagikannya di akun sosial media sudah menjadi suatu kepuasan tersendiri pada setiap individu, diantaranya untuk mencurahkan isi hati dan kepalanya.

Banyak orang yang termotivasi oleh filosofi senja, dimana senja mengajarkan bahwa keindahan itu tidak perlu untuk disuarakan, sama halnya dengan kebaikan, biarkan orang lain menilainya. Ya, tentu saja begitulah hidup seharusnya dimaknai. Adapun bagi remaja sangat senang dalam mengabadian, karena menurutnya memperbanyak dokumentasi itu penting dan keindahan senja tidak selalu sealami itu, hari ke hari keindahannya berbeda-beda.

Terlalu banyak tuntutan dan tekanan khususnya pada orang dewasa, apalagi yang sedang merintis karir akan sangat banyak masukan-masukan yang akan terus menggerogoti pemikirannya. Dengan hadirnya tuntutan dan tekanan tersebut secara tidak langsung akan melahirkan jiwa yang stres akan profesi yang dijalani. Pelarian merupakan salah satu cara membohongi isi kepala yang cukup ruwet, pergi ke sebuah Kafe atau menenangkan diri dengan meminum kopi tentunya akan sedikit mengurangi beban pikiran yang ada.

Berita Terkait

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Tidak hanya itu, anak muda hingga dewasa ini sering dijumpai menikmati indahnya pancaran senja di bumantara. Banyak cara yang dilakukan orang-orang untuk menikmati senja, diantaranya sekedar bercerita dengan teman-teman, duduk sendiri merasakan sejuknya angin berhembus, atau bahkan bermain gitar dan bernyanyi bersama teman-teman. Bukan hanya anak muda, orang dewasa bahkan terkadang memilih tempat yang sekaligus dapat menikmati senja untuk berbincang persoalan bisnis atau pekerjaannya. Disamping sibuk membahas pekerjaan, mereka pun dapat merilekskan jiwa mereka dari tekanan-tekanan berat pekerjaan.

Tiga filosofi kopi: 1) merupakan karya yang bernilai, dihasilkan dari proses yang panjang dan bukan instan. 2) kopi merupakan penyemangat. 3) kopi merupakan pengikat rasa, dimana setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda. Kopi merupakan minuman stimulan dimana kandungannya dapat meningkatkan energi, suasana hati yang baik, kewaspadaan serta fungsi otak. Kopi sendiri memiliki makna berbeda pada setiap orang yang menikmatinya.

Mengkonsumsi kopi dapat meningkatkan produksi hormon dan dopamine yang memiliki peran sebagai pemicu kebahagiaan, terutama untuk menurunkan kecenderungan depresi dan tingkat kecemasan. Diantara kita orang-orang yang merasa tidak mampu mencapai tujuannya cenderung akan mengalami depresi sehingga meminum secangkir kopi menjadi sebuah pelarian untuk melampiaskan beberapa unek-unek yang ada dipikirannya. Hal itu, akan terus berlanjut ketika kopi tersebut cocok  dan dapat membantu kefokusan dan kewaspadaan pada orang yang mengkonsumsinya.

Depresi dalam ilmu psikologi ditandai dengan penyimpangan perasaan, pikiran dan perilaku individu. Seseorang yang mengalami depresi dapat merasakan kesedihan, kesendirian, dan menurunnya konsep diri serta menunjukkan sikap menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Depresi dapat pula dikatakan sebagai suasana hati yang berubah dengan ditandai perasaan sedih yang mendalam. Orang-orang yang mengalami depresi terkadang kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai, serta tentunya tidak ingin mencoba hal-hal yang baru juga.

Menghabiskan waktu dengan kopi ketika sedang ada masalah merupakan keputusan yang benar. Sebab, depresi yang berkepanjangan akan mendorong seseorang melakukan tindakan bunuh diri, sehingga membuat pilihan untuk menikmati kopi akan sangat berpengaruh pada pola pikir seseorang. Peneliti membuat kesimpulan bahwa kopi didalamnya mengandung kafein dimana secara signifikan akan mengurangi resiko depresi.

Namun, terlalu sering mengkonsumsi kopi ketika sedang mengalami gangguan depresi akan mengakibatkan kecanduan. Johns Hopkins Medicine menyatakan bahwa kecanduan kopi dapat berdampak kepada keracunan kafein, efek berhenti paksa, gangguan kecemasan serta gangguan tidur. Selain itu, meminum kopi akan menyebabkan jantung yang berdebar begitu kencang, dimana pada beberapa orang tidak menginginkannya. Hal ini terjadi karena kafein yang ada dalam kopi dapat merangsang pelepasan hormon adrenaline yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi meningkat (hipertensi) dan detak jantung yang berdetak lebih cepat.

Sejauh ini, generasi milenial terkadang dinilai tidak mengikuti ajaran orang tua dan terkadang tidak mematuhi larangan orang tua  agar tidak pulang di sela senja atau malam, padahal sesungguhnya anak muda tersebut sedang beralih dari remaja ke dewasa dengan berusaha mencari jati dirinya. Tekanan dari hal ini pun dapat memicu depresi yang berkelanjutan kepada remaja, sehingga menjadi alasan bagi mereka menikmati senja dan bukan bermaksud untuk membangkang. Oleh karena itu, generasi saat ini sangat diharapkan untuk membangun citra diri yang baik demi terwujudnya harapan-harapan dimasa mendatang.

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

 

Terkait: BKIKopiOpiniSenja

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan