• Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Minggu, 15 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Kesehatan

Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
08:35, 10 Januari 2026
di Kesehatan, Nasional
Waktu Baca: 2 menit
Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-cita Mulia dan “Bom Waktu” Penyakit

Foto: Dosen Departemen Gizi FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih

YOGYAKARTA, PIJARNEWS.COM – Satu tahun sudah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Indonesia. Meski membawa misi mulia mencegah stunting demi Indonesia Emas 2045, program unggulan ini masih dibayangi berbagai anomali, mulai dari isu keracunan massal hingga risiko kesehatan jangka panjang.
Dosen Departemen Gizi FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, menekankan bahwa program school lunch adalah kewajiban negara terhadap warga negaranya. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait implementasi di lapangan.

“Terlepas dari agenda politik, program ini wajib bagi negara. Namun, penanganannya tidak bisa main-main karena anak sekolah dan ibu hamil adalah kelompok risiko tinggi,” ujar Mirza dalam keterangannya, dikutip Pijarnews.com pada ugm.ac.id, Sabtu (10/1/2026).

Soroti Risiko Keracunan dan Solusi Dapur Sekolah

Menanggapi rentetan kasus keracunan massal, Mirza menilai perlunya pengawasan ketat pada setiap proses penyiapan makanan. Ia mengusulkan agar sekolah diberikan tanggung jawab mandiri dalam penyediaan makan siang.

Baca Juga

Dukung Program MBG, Sekda Jufri Rahman: Sulsel Ajukan Lahan Melebihi Permintaan Pemerintah Pusat

Makan Bergizi Gratis: Pemprov Sulsel Siap Maksimalkan Aset Daerah

“Jika sekolah yang mengelola, pengawasan jadi lebih efektif karena cakupannya kecil. Penggunaan bahan pangan lokal juga bisa dipastikan, sehingga risiko kesalahan distribusi dan keamanan pangan terminimalisir,” jelasnya.

Waspada “Bom Waktu” Penyakit

Kronis Salah satu poin krusial yang disoroti adalah penggunaan Ultra Processed Food (UPF) dalam menu MBG. Menurut Mirza, pemberian produk olahan yang tinggi gula, garam, dan natrium kepada anak-anak bertentangan dengan kampanye Kementerian Kesehatan.

“Dampaknya mungkin tidak terlihat sekarang, tapi 10–15 tahun ke depan bisa menjadi bom waktu penyakit kronis bagi generasi mendatang,” tegas Mirza.

Ia juga mengkritik penyeragaman menu yang mengabaikan kultur daerah. Mirza berpendapat pangan lokal harus diberi ruang lebih besar. “Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa. Kalau semua diseragamkan dengan UPF, itu tidak pas dengan konteks lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, Dr. Mirza menekankan tiga strategi utama agar program ini tidak justru menjadi beban kesehatan di masa depan.

Pertama adalah penegakan ketat keamanan pangan dengan memberikan sanksi atau efek jera bagi pihak pengelola (SPPG) yang melanggar prosedur demi menjaga amanah besar wajah presiden.

Kedua, diperlukannya pendampingan ilmiah dari perguruan tinggi untuk memantau status kesehatan, kebugaran, dan pertumbuhan anak secara berkala.

Terakhir, kebijakan pemerintah harus fleksibel dan terbuka terhadap kajian ilmiah agar jika ditemukan bukti perlunya perbaikan, langkah responsif dapat segera diambil demi menjaga target Indonesia Emas.

“Jangan sampai pada 2045, generasi yang kita harapkan justru menjadi beban kesehatan bagi negara,” pungkasnya. (*)

Penulis: Faizal Lupphy

Terkait: Makan Bergizi Gratis

BERITA TERKAIT

Dukung Program MBG, Sekda Jufri Rahman: Sulsel Ajukan Lahan Melebihi Permintaan Pemerintah Pusat

Dukung Program MBG, Sekda Jufri Rahman: Sulsel Ajukan Lahan Melebihi Permintaan Pemerintah Pusat

22 Mei 2025
Makan Bergizi Gratis: Pemprov Sulsel Siap Maksimalkan Aset Daerah

Makan Bergizi Gratis: Pemprov Sulsel Siap Maksimalkan Aset Daerah

9 Mei 2025
6.198 Siswa Terima MBG, Bupati Pinrang Tinjau Pelaksanaan di Dua Kecamatan

6.198 Siswa Terima MBG, Bupati Pinrang Tinjau Pelaksanaan di Dua Kecamatan

18 Maret 2025
Danny Pomanto Tinjau Langsung Kick Off Program Makan Bergizi Gratis

Danny Pomanto Tinjau Langsung Kick Off Program Makan Bergizi Gratis

6 Januari 2025
Selanjutnya
Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik Unibos Angkatan 59 Tekankan Dampak Nyata Pengelolaan Lingkungan Kota

Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik Unibos Angkatan 59 Tekankan Dampak Nyata Pengelolaan Lingkungan Kota

Berita Terbaru

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

Siswi SMA Muhammadiyah Rappang Raih Emas di Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional ke-8

15 Februari 2026
Pertama Kali, Pemkot Parepare Gelar Safari Dakwah Perdana Bagi ASN Perempuan

Pertama Kali, Pemkot Parepare Gelar Safari Dakwah Perdana Bagi ASN Perempuan

15 Februari 2026
Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

Pesan Warek III IAIN Parepare ke Pengurus DEMA Baru: Jangan Cuma Seremoni, Fokus Kualitas!

14 Februari 2026
Pengurus IOF Parepare Resmi Dilantik, Tasming Hamid Dorong Peran Sosial dan Kebencanaan

Pengurus IOF Parepare Resmi Dilantik, Tasming Hamid Dorong Peran Sosial dan Kebencanaan

14 Februari 2026
Pemkot Parepare Hibahkan Lahan dan Gedung, Percepat Pembentukan BNN Kota

Pemkot Parepare Hibahkan Lahan dan Gedung, Percepat Pembentukan BNN Kota

14 Februari 2026
Wali Kota Parepare Lepas IOF Jelajahi Alam Kota, Off Road Jadi Etalase Wisata

Wali Kota Parepare Lepas IOF Jelajahi Alam Kota, Off Road Jadi Etalase Wisata

14 Februari 2026
Kunjungi Bank Sampah, Wali Kota Parepare: Selain Jaga Kebersihan Juga Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Kunjungi Bank Sampah, Wali Kota Parepare: Selain Jaga Kebersihan Juga Bisa Jadi Sumber Penghasilan

13 Februari 2026
Sambut Ramadhan, Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan

Sambut Ramadhan, Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan

13 Februari 2026
Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

Satu-satunya Ahli Fikih Munakahat, Prof Rahmawati Ukir Sejarah Jadi Guru Besar IAIN Parepare

12 Februari 2026
Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam  “Mati Lampu”  Demi Gelar Guru Besar

Kisah Inspiratif Prof Darma: 28 Tahun Mengabdi, Empat Malam “Mati Lampu” Demi Gelar Guru Besar

12 Februari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.