Sahabat Netra Lantik  Pengurus dan Pengawas Baru di Aula SLB A Yapti Makassar

 

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM--Sahabat Netra didirikan pada 1 November 2020 ini merupakan organisasi Mitra Sosial Disabilitas Netra yang peduli terhadap pendidikan dan melakukan pendampingan terhadap penyandang disabilitas netra. Terpilihnya Muhammad Al Qaffi sebagai ketua umum dan Ahmad Syauqi Dzulfikri sebagai ketua pengawas organisasi Sahabat Netra  pada 27 Desember 2020 lalu. 

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras para inisiator dan teman-teman relawan Sahabat Netra. Juga dukungan para pemangku jabatan Sekolah Luar Biasa Tuna Netra, Yayasan Pendidikan Tuna Netra Indonesia (SLB A Yapti) Makassar dan organisasi DPD Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Selatan.

Suksesnya musyawarah besar yang diselenggarakan pada Desember lalu,  hingga terselenggaranya  pelantikan pengurus dan pengawas organisasi Sahabat Netra periode 2020/2021 di Aula   Yapti,  Minggu, (10/1/2021) lalu.  SLB A Yapti berlokasi di Jl. Kapten Pierre Tendean No.7, Ujung Pandang Baru, Kecamatan  Tallo, Kota Makassar.

Pelantikan ini dihadiri oleh Mesra Rahayu selaku Ketua Riset Penelitian dan Pengembangan Yapti sekaligus Inisiator terbentuknya Sahabat Netra, Rahmat J dan Ahmad Yani Dzu Himmah selaku Inisiator  terbentuknya Sahabat Netra, dan Ismail selaku Sekretaris Umum DPD Pertuni Sulsel. Hadir juga komunitas dan organisasi relawan  seperti PPKS, Kopsling, HEC, KPAJ, RPI, FLP Unhas, FLP Makassar, dan KPAY-FM.

Mesra Rahayu mengatakan selamat atas pelantikan pengurus dan pengawas Sahabat Netra periode 2021/2022. Dalam mengelola organisasi, sangat sulit membuat suatu organisasi itu terbentuk. Tetapi lebih sulit lagi mempertahankannya. Pekerjaan umum untuk pengurus, sangat banyak yang harus diselesaikan.

“Perjuangan ini akan panjang, jika dalam perjalanannya ada yang mengganggu kenyamanan kalian luruskan kembali niatmu, jalan kebaikan itu akan penuh onak dan duri.  Hari ini akan menjadi sejarah di masa akan datang, oleh karena itu ukirlah dengan indah agar menyenangkan untuk dikenang,” ungkapnya dalam rilis yang dikirim ke Pijarnews.com, Jumat (15/1/2021).

Mesra Rahayu sekaligus mewakili Ketua Yayasan menambahkan Yapti Indonesia bukan hanya yayasan dan sekolah tetapi  ada juga panti.  Berharap melihat dari perjuangan dari nol PDP Pertuni kemudian berkomunikasi dengan yayasan. Tujuannya akan lebih baik.  

Relawan harus memiliki posisi yang netral, hilangkan segala materil, uang dan tenaga.  Mengutip pesan salah satu inisiator  Sahabat  Netra Ahmad Yani, bahwa ketika kita berada dalam dunia relawan hindari yang namanya baperan, tapi diganti dengan berperan.

Disabilitas netra  adalah salah satu ragam disabilitas sensorik yang membuat penyandangnya memiliki masalah penglihatan. Selain tunanetra total dan fungsional, ada juga keterbatasan penglihatan yang disebut low vision. Seseorang dikatakan menyandang low vision atau kurang lihat apabila matanya bisa digunakan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. (rls)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News