Saat Terjepit dan Tenggelam, Sopir Truk Terperosok di Jembatan Bojo Sempat Bersyahadat

fikram
Muhammad Fikram (27) sopir truk yang terperosok di jembatan jebol di Bojo, Barru.

BARRU, PIJARNEWS.COM — Truk yang terperosok akibat lantai jembatan jebol di Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan kini masih berada di sungai, Jumat (14/2/2020). 

Pengelola usaha angkutan bersama warga masih terlihat sibuk mengevakuasi sebagian pupuk jenis ZA. 

Bahkan sopir truk naas, Muhammad Fikram (27) juga terlihat ikut bersama warga menyelamatkan sebagian pupuk. Fikram mengaku berangkat dari Makassar menuju ke Belopa. Ia kemudian melintas di pertengahan jembatan Bojo menuju Kota Parepare lalu tiba-tiba mobil tertarik ke belakang. 

“Ternyata jembatannya jebol dan mobil berdiri tegak dengan setelah itu terbalik. Saya terjepit dalam mobil dan sempat minum air sungai sebelum warga datang menolong. Saya sempat bersyahadat tiga kali, karena saya kira saya sudah mau meninggal dunia,” ujar Fikram kepada PIJARNEWS sambil menunjukkan jari tangannya yang diperban akibat terluka, Jumat (14/2/2020).

Warga melihat jembatan bojo yang jebol.

Fikram hanya sendiri di atas mobil truk tersebut dengan mengangkut pupuk jenis ZA sekira 600 zak atau diperkirakan 30 ton. 

Salah seorang pengawas angkutan yang dikemudikan Fikram, Ardi (30) mengatakan, pupuk yang dimuat tersebut ditaksir nilainya ratusan juta rupiah. “Saat ini kami meminta bantuan kepada warga untuk membantu evakuasi sebagian pupuk yang masih bisa diselamatkan. Truknya menyusul akan dievakuasi naik ke jalan,” ujar Ardi.

Salah seorang warga Bojo, Burhan (50) mengaku terkejut saat mendengar suara keras dari jembatan dan ada yang jatuh ke sungai pada Kamis sekira pukul 10 malam. “Saya kaget saat mendengar suara keras tersebut dan kemudian lari bersama warga ke sungai ini. Ternyata lantai jembatannya ambruk dan truk terjun ke sungai,” kata Burhan. 

Ia mengatakan, jembatan tersebut memang sudah lama mestinya diganti atau diperbaiki. “Sebab jembatan ini sudah ada sekitar tahun 80-an. Setahu saja baru sekali diperbaiki. Tapi itu tidak layak lagi dipakai. Apalagi sering terjadi kecelakaan di jembatan ini,” ujar Burhan. (*)

Penulis : Alfiansyah Anwar

 

    

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda

Pijar News di di Google News