Rumah Pintar Pemilu Tidak Ramah Bagi Difabel

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Makassar meresmikan ‘Rumah Pintar Pemilu’ yang berlokasi di kantor komisioner ini, pada Kamis 30 Maret 2017. Diberi nama Balla Panrita, rumah itu diharapkan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat seputar pemilihan umum bagi warga Makassar.

Balla Panrita berada dalam satu ruangan disediakan khusus untuk menghimpun berbagai informasi terkait pemilihan umum. Di antaranya sistem dan sejarah pemilu di Indonesia. Seperti para peserta, tahapan dan penyelenggara pemilu, hingga maket tempat pemungutan suara.

Ada juga mini teater berisi beragam informasi aktual terkait data pemilu di Makassar. KPU mengklaim data dihimpun sejak pemilu tahun 1955 hingga 2014.

Meski berisi peraga yang edukatif namun tidak semua bisa mengaksesnya utamanya para difabel kategori netra.

Salah satu difabel netra, Nur Syarif Ramadhan yang hadir dalam peluncuran itu mengakui terkesan dengan tata letak Rumah Pintar Pemilu itu. Hanya saja soal aksesibilitas, dia tak mampu mengakses secara langsung data-data yang ditampilkan.

“Tidak ada kesulitan saat berada di sana dan ingin masuk. Meski tidak ada braille yang mengarahkan kesana. Tapi dari sisi difabel saya belum menemukan akses bagi difabel.” kata Syarif yang juga pengurus Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), dalam rilis yang diterima PIJAR.

Menurutnya dirinya merasa gamang dalam ruangan itu karena kesulitan untuk mengetuhi informasi terkait pemilu yang kesemuanya dalam bentuk tulisan. “Termasuk buku-buku tentang Pemilu. Nah itu dia karena semua buku dalam bentuk tulisan. ” kata dia. Sementara netra akan cepat mengakses buku dengan teks braille. “Dalam ruangan. Alangkah baiknya data yang terpampang baiknya dalam bentuk audio, ” lanjutnya.

Irawan Danu Amiruddin, pengurus PerDIK lainnya menambahkan. Menurutnya KPU Makassar menyajikan semua informasi masih tentang KPU dan hasil kerjanya. Namun yang kurang dalam rumah pintar itu tarkait partai politik (parpol) dan visi dan misinya. “Info ini penting mengingat mereka kontestan. Yang ada lihat hanya bendera partai, ” jelasnya.

Danu sapaan akrab Irawan Danu Amiruddin, juga mengatakan di dalam ruangan terdapat contoh alat peraga kotak suara tapi tidak ada alat peraga khusus difabel. “Saya hanya melihat info terkait aturan atau syarat/regulasi terkait pemilihan. Sangat kurang informasi terkait hak warga negara, misalnya terkait kesetaraan hak, partisipasi pasca election dan lainnya. ” katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir mengungkapkan, Rumah Pintar Pemilu ditargetkan hadir di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Sarana ini didesain dengan konsep satu pintu yang menjadi pusat pendidikan pemilih maupun calon pemilih.

“Salah satu tujuan sarana ini adalah mendorong perbaikan pengetahuan masyarakat tentang pemilu. Atau bisa dibilang menjadikan semura orang melek pemilu,” ujar Faisal.

Menurutnya, ada alasan khusus mengapa sarana ini disebut rumah pintar. Sebab orang awam sekalipun, yang masuk ke sana diyakini bakal memiliki cukup pengetahuan soal pemilu. “Lewat saja, sambil baca-baca, pasti tahu,” katanya.

Selain meresmikan Rumah Pintar Pemilu, KPU Makassar juga meluncurkan aplikas data pemilih dengan nama Sistem Data Pemilih Online (SIDOEL). Aplikasi ini sudah bisa mulai diunduh di Play Store bagi telepon berbasis OS Android. Aplikasi memungkinkan masyarakat mendapatkan hak akses informasi data pribadinya di data base KPU. (rls/ris)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda