toto

toto

Situs Toto

Situs Toto

Togel Online

toto

  • Tentang Kami
  • Tim Pijarnews
  • Kerjasama
Kamis, 12 Februari, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan
Pijar News
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Esai

Rapor Merah 62 Tahun PMII Collabse Menyambut Kontekstasi 2024

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
17:26, 18 November 2022
di Esai
Waktu Baca: 3 menit
Rapor Merah 62 Tahun PMII Collabse Menyambut Kontekstasi 2024

Oleh: Ahmad Riecardy (Ketua PC PMII Kota Parepare)

ESSAY–Penulis meminjam kata Collabse dari Jamed Diamond bagaimana menggambarkan pertikaian yang akhirnya meruntuhkan kedaulatan sebuah negara. Sebuah ilustrasi bagaimana komunitas/organisasi/negara menyelamatkan peradabannya selebihnya hancur total yang hanya tinggal ingatan sesaat.

Bukan untuk menakut-nakuti, tidak ada salahnya merenungi nasib masa depan bersama. Karena peristiwa-peristiwa apokaliptik akan menghantui perjalan organisasi, pemukiman-pemukiman warga PMII selama ia terbentuk dengan membawa asas struktural dan nilai yang ingin dimanifestasikan.

Konteksnya pada PMII bukan main-main, masuk dalam daftar antrean kalau tidak mampu menyelesaikan prioritas yang menjadi khidmat lembaga.

Sudah sepantasnya menjadi diskursus-solutif pada momentum permusyawaratan yang hari ini sedang berlansung (MUSPIMNAS) sebagai usaha menggiring kader menuju situasi dan kondisi yang menjadi rintangan, tantangan dan niatan untuk mereformasi organisasi sebelum memasuki arena kontekstasi tahun-menahun yang akan datang.

PB PMII wajib memberikan pencerdasaan, pertemuan khusus untuk memetakan, mengakumulasi data-data sengketa struktural di daerah karena dualisme. Kemudian mengkonsolidasikan pelantikan, perbaikan SK serta membuka akses-akses kemitraan demi kemandirian/kesejahteraan organisasi.

Baca Juga

Wawali Parepare Harap PMII Jadi Motor Penggerak Perubahan dan Pengabdian

Ribuan Anggota PMR Ikuti Jumbara PMI Pinrang

Usia kedewasaan PMII kita tafsirkan sebagai sikap hijrah-nya kader-kader organisasi dari sifat kekanak-kanakan, cengeng, hobi petak umpet, suka mengadu kepada orang tua/senior elit, apa-apa sewa preman.

Semua tabiat itu kita buang jauh-jauh, bakar sampai tersisa abunya, lalu kita kubur sedalam-dalamnya. Selanjutnya peta jalan baru ini, suatu siasat guna menyiapkan rumah hunian, luas nan estetik tamannya, konstitusional perundang-undangannya, bijaksana hakim/pimpinannya,strukturalis dan terorganisir pengurusnya, paradigmatik pola fikir dan gerakannya, hubungan sosialnya sangat egaliter, sejahtera kadernya dan berakhlak mulia.

Dan yang paling utama yang juga menjadi satu-kesatuan identitas paripurna seorang kader/khalifah yakni ketaqwaannya sebagai subtansi sekaligus eksistensi dari relasi hamba-Tuhan/Tuhan-hamba, adalah dua entitas yang saling terkoneksi.

Spirit seperti itulah yang kami terus gaungkan ditataran akar rumput ditingkatan rayon, demi memotivasi sahabat bahwa masih ada umur yang panjang bagi Organisasi.

Refleksi PMII adalah keniscayaan, kita menyaksikan liku-liku perjalanan waktu organisasi, catatan historitas bagaimana PMII tidak gentar oleh infiltrasi dari luar bahkan dari internal sendiri. Kemudian mencegah pengrusakan dari dalam yang muncul dari skenario konflik selalu selesai ditengahi oleh stakeholder/pimpinan tertinggi organisasi, adalah bentuk kedewasaan PMII menyimpul basis kekuatan, hari ini bagaimana?

Apa serunya Pimpinan PB PMII Era ini? bagaimana proses mereka menyelesaian dinamika/konflik? Tidak cukup menyelesaikan persoalan ini bilamana hanya mengandalkan ajang kongres, muspimnas, rapat pleno, dll.

Apalagi, kalau ajang bergengsi seperti itu, sekedar dibingkai untuk meloloskan proposal kegiatan nasional yang jauh dari asas transparansi, lalu memperlakukan kader-kader sebagai mobilitas kepentingan pusat. Memanfaatkan freming media untuk mencolek Bupati setempat, Gubernur, dan Polri.

PB PMII entah secara terpaksa atau karena manifesto kesadarannya, mesti hadir membersamai sahabat-sahabat yang hari ini menjadi korban pelecehan konstitusi dari polarisasi politik struktural, gerakan yang terpasung yang dipolitisir orang-orang tertentu yang memanfaatkan jaringan PMII dari tingkatan istana sampai pos-ronda. Lagi-lagi kita ulangi, bahwa sikap itu yang kami eluh-eluhkan, kita inginkan. Adalah sikap yang tertuang dalam trilogi PMII.

Bukankah PB PMII mengharapkan pada sambutannya di acara pembukaan muspimnas pada 17 November 2022 agar kita menyatukan gagasan untuk menolak politik polarisasi atau polarisasi identitas dari eksternal/luar organisasi? Maka kita sepakat dengan itu ketika implementasikan terlebih dahulu di internal PB PMII.

Catatan bahwa apapun Langkah taktis PB PMII akan tercium oleh sahabat-sahabat, karena organisasi ini besar karena tipologi kaderisasi yang mempertajam insting dalam menganalisasi situasi kontemporer.

Namun ketika ada penyelewengan roda organisasi, jalan yang dilaluinya adalah rekayasa untuk menggiring warga PMII lari terbirit-birit kemudian melompat kejurang atau tenggelam berjamaah. Maka konflik/dinamika akan terus terawat sampai terhapusnya segala persoalan itu dan siap siaga menghadapi dinamika selanjutnya. Dalam teori Konflik, sejatinya punya capaian yakni mempertemukan interaksi pihak-pihak yang bertikai, terciptanya solusi yang efektif dan efisien.

Nah, pada momen MUSPIMNAS TULUNGAGUNG, berangkat dari rasa simpati dan ikatan persaudaran/persahabatan menegakkan konstitusi. Namun satu kepastian, bahwa konflik yang sengaja dipelihara oleh sekte mayoritas ini akan terus menghasilkan kelompok kecil, yang terpinggirkan, mereka tidak dianggap bahkan dikucilkan sebab berasal dari daerah yang jauh “Timur”, yang tidak tahu-menahu persoalan 86 atau MoU di pusat.

Fakta bahwa realitas seperti itu yang terbaca publik, maka setiap keputusan pimpinan tertinggi adalah konsekuensi logis memicu dinamika yang timbul dari level bawah dan yang paling bawah menyentuh anggota yang sedetik saja baru di baiat MAPABA.

Kalaulah keputusan-keputusan itu terus diketuk sepihak, maka pastikan akan terus muncul kelompok-kelompok kecil, dari berbagai daerah Indonesia, yang kemudian membentuk aliansi besar yang terstruktur. Yang pada akhirnya kontekstasi 2024 berakhir collabse.

Terkait: EssayPMII

BERITA TERKAIT

Wawali Parepare Harap PMII Jadi Motor Penggerak Perubahan dan Pengabdian

Wawali Parepare Harap PMII Jadi Motor Penggerak Perubahan dan Pengabdian

26 Mei 2025
Ribuan Anggota PMR Ikuti Jumbara PMI Pinrang

Ribuan Anggota PMR Ikuti Jumbara PMI Pinrang

22 Desember 2024
Jusuf Kalla Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum PMI

Jusuf Kalla Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum PMI

9 Desember 2024
Ratusan Mahasiswa Ikuti Mapaba PMII Komisariat IAIN Parepare

Ratusan Mahasiswa Ikuti Mapaba PMII Komisariat IAIN Parepare

14 September 2024
Yusran Hamzah Perkuat Visi Caketum PMII Dorong Blueprint Kaderisasi 

Yusran Hamzah Perkuat Visi Caketum PMII Dorong Blueprint Kaderisasi 

14 Agustus 2024
Kopri PK IAIN Parepare Tingkatkan Life Skill Perempuan Lewat Kaderisasi SIG

Kopri PK IAIN Parepare Tingkatkan Life Skill Perempuan Lewat Kaderisasi SIG

12 Mei 2024
Selanjutnya
Pohon Tumbang Timpa Tiang Listrik dan Rumah di Pinrang

Pohon Tumbang Timpa Tiang Listrik dan Rumah di Pinrang

Berita Terbaru

TIMPORA Pinrang Gelar Operasi Gabungan di PT Biota Laut Ganggang

TIMPORA Pinrang Gelar Operasi Gabungan di PT Biota Laut Ganggang

11 Februari 2026
Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

Profil dan Karier Prof Muliati: Dari Anak Petani, Guru MAN 15 Tahun, Hingga Menjadi Guru Besar

11 Februari 2026
Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi, Bupati Ungkap di Milad Muhammadiyah

Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi, Bupati Ungkap di Milad Muhammadiyah

11 Februari 2026
3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

3 Dosen IAIN Parepare Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pemkot Ajak Kolaborasi

11 Februari 2026
Bikin Nyaman Jemaah, ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Sulap Masjid Agung Jadi “Kinclong”

Bikin Nyaman Jemaah, ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Sulap Masjid Agung Jadi “Kinclong”

10 Februari 2026
Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha, Wali Kota Luncurkan Parepare Keren

Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha, Wali Kota Luncurkan Parepare Keren

10 Februari 2026
Rapat TIMPORA Pinrang 2026, Imigrasi Parepare Libatkan Lintas Instansi dan Perkenalkan Aplikasi

Rapat TIMPORA Pinrang 2026, Imigrasi Parepare Libatkan Lintas Instansi dan Perkenalkan Aplikasi

10 Februari 2026
Green Jobs : Pelaku Perubahan atau Hanya Penonton?

Green Jobs : Pelaku Perubahan atau Hanya Penonton?

10 Februari 2026
Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Digital Marketing

Peran Kecerdasan Buatan dalam Bisnis Digital Marketing

10 Februari 2026
ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Benahi Masjid Agung

ASN Pemkot Parepare Gotong Royong Benahi Masjid Agung

9 Februari 2026

Artikel Lainnya

Media Online Pijar News ini Telah Terverifikasi secara Administratif dan Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang
  • Redaksi
  • Advertise
  • Kebijakan Privacy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Perlindungan Wartawan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nasional
  • Ajatappareng
  • Pijar Channel
  • Sulselbar
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Kesehatan

©2016 - 2025. Hak Cipta oleh PT. Pijar Media Global.