MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Suasana kampus Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Selasa (29/7/2025) berbeda dari biasanya.
Sebanyak 160 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Kabupaten Luwu memadati Auditorium Hasanuddin dengan semangat baru, mereka bukan sekadar peserta pelatihan, tetapi calon wajah baru birokrasi daerah.
Kegiatan “Orientasi ASN P3K Angkatan I–IV Kabupaten Luwu” ini menjadi penanda penting bagi dua institusi, Pusjar SKMP LAN dan Pemerintah Kabupaten Luwu, dalam membangun birokrasi modern yang berpijak pada nilai-nilai pelayanan publik, kepemimpinan transformatif, dan literasi digital.
Kolaborasi ini bukan hal baru. Pusjar SKMP LAN, sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran nasional, telah lama menjadi mitra strategis berbagai pemerintah daerah dalam mendesain ulang pola pikir dan kompetensi ASN. Di Luwu, kerja sama ini dirawat bukan sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia birokrasi.
Sekretaris Daerah KabupatenLuwu, Drs. H. Sulaiman, MM., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya orientasi ini sebagai momentum pembentukan karakter dan integritas ASN sejak awal masa pengabdian.
“Anda semua adalah role model baru. ASN yang bekerja sekaligus hadir sebagai agen perubahan. Maka ikuti proses ini dengan penuh kesungguhan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pusjar SKMP LAN, sembari menyampaikan salam dari Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., yang disebut sangat berkomitmen terhadap penguatan SDM birokrasi daerah.
Selama tiga hari, para peserta dari latar belakang tenaga pendidik, medis, dan teknis ini akan menjalani pembelajaran klasikal yang dirancang untuk menanamkan pemahaman mendalam tentang tugas, fungsi, dan etika ASN.
Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Drs. Muhammad Rudi, M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa orientasi ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali kepedulian sosial di lingkungan kerja birokrasi.
“ASN tidak boleh jadi mesin birokrasi yang kering empati. Pelayanan public kita harus berangkat dari kesadaran sosial dan tanggungjawab moral,” katanya.
PLH KepalaPusjar SKMP LAN, Zulchaidir, S.Sos., MPA., dalam arahannya menekankan pentingnya orientasi ini sebagai ruang pembelajaran lintas nilai dan pengalaman.
“Materi bisa saja hilang diingat, tapi nilai kebersamaan, komunikasi efektif, dan kolaborasi akan tertanam lama. Kegiatan ini merupakan pembekalan teknis, dan fondasi karakter ASN masa depan,” ujarnya.
Zulchaidir juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Pusjar SKMP yang sedang bertugas di Ambon, namun menegaskan bahwa seluruh jajaran Pusjar mendukung penuh keberhasilan kegiatan ini sebagai bagian dari tanggungjawab nasional dalam membina ASN daerah.
Kehadiran Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, SH., semakin memperkuat pesan strategis kegiatan ini. Dalam ceramah singkatnya, Dhevy mengingatkan bahwa orientasi ini berlangsung dalam konteks zaman yang penuh disrupsi.
“Di tengah derupsi digital yang massif, ASN dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami dampak sosial dan budaya dari transformasi itu. ASN harus menjadi navigator zaman, bukan sekadar penumpang,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut antusias peserta yang sebagian besar merupakan generasi baru dalam tubuh birokrasi.
Kegiatan ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolik kepada empat perwakilan peserta, yang menandai dimulainya perjalanan intelektual dan moral sebagai pelayan publik.
Orientasi ini merupakan komitmen konkret antara Pusjar SKMP LAN dan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk mencetak ASN P3K yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap perubahan zaman. (*)
Citizen Reporter: Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN



















