Foto: Fasilitas pembelajaran daur ulang sampah resmi diserahkan pada Jumat (13/2/2026) kepada SD Negeri Barrang Lompo di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar
MAKASSAR, PIJARNEWS.COM-– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar berkolaborasi Komunitas Masyarakat Daur Ulang Untia dan Rappo Indonesia menghadirkan Program Gotong Royong Bangku Pendidikan sebagai upaya konkret pengelolaan limbah plastik menjadi fasilitas pendidikan berkelanjutan. Program ini melibatkan partisipasi warga dari 15 kecamatan se-Kota Makassarsertamendorongpraktik ekonomi sirkular di Kelurahan Untia, kawasan pesisir Makassar.
Program ini bertujuan memperkenalkan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada masyarakat sekaligus meningkatkan keterlibatan warga dalam aksi lingkungan yang memberikan manfaat sosial nyata bagi dunia pendidikan dalam menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang setiap tahunnya diperingati pada 21 Februari.
Melalui rangkaian kegiatan sejak November 2025, sebanyak 1.000 orang mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik yang benar. Selain itu, 100 peserta yang didominasi perempuan mengikuti pelatihan daur ulang sederhana yang dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah. Warga dari 15 kecamatan turut berpartisipasi mengumpulkan sampah plastik yang kemudian diolah menjadi 40 kursi dan 20 meja sekolah berbahan daur ulang.
Fasilitas tersebut secara resmi diserahkan pada Jumat (13/2/2026) kepada SD Negeri Barrang Lompo di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Kegiatan ini melibatkan pemangku kepentingan, masyarakat, relawan, serta generasi muda dari berbagai kalangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.
“Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program Gotong Royong Bangku Pendidikan tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar hasil daur ulang, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi siswa sejak usia dini. Melalui program ini, para siswa diperkenalkan pada pentingnya pengelolaan sampah dan praktik daur ulang, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Akmal Idrus, CEO Rappo Indonesia sekaligus Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuktikan limbah plastik memiliki nilai guna apabila dikelola secara tepat.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dapat menghasilkan nilai tambah sosial dan lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar. (adv)














