Polisi Amankan Tiga Penumpang KM Lambelu Yang Mencurigakan

Buku teroris
Buku bertema teroris yang diabawa oleh penumpang KM Lambelu yang diamnkan oleh Polisi (Foto: Amiruddin/Pijar).

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Pasca kejadian bom bunuh diri di beberapa wilayah di Surabaya, Jawa Timur, Kepolisian Republik Indonesai (Polri) langsung menetapkan siaga satu.

Tidak hanya itu, Polres Parepare, Sulawesi Selatan, juga melakukan pengamanan ekstra ketat di setiap pelabuhan dan beberapa objek vital lainnya yang ada di Parepare.

Bahkan barang bawaan dan seluruh penumpang Kapal Motor (KM) Lambelu, milik PT.Pelni yang baru tiba di Pelabuhan Nusantara, Selasa (5/5/2018) langsung dilakukan pemeriksaan ketat dari jajaran Polres Parepare yang bersenjata lengkap.

Alhasil Polisi mengamankan tiga orang penumpang KM Lambelu yang mencurigakan karena membawa buku-buku bertema teroris, dan hingga kini ketiga orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kawasan Pelabuhan Nusanatara (Polsek KPN).

“Tiga penumpang KM Lambelu yang kami amankan, karena mereka mencurigakan terkait dengan teror-teror saat ini, namun ada juga buku-buku yang kami sita terkait dalam hal pencucian otak. Mereka kami amankan dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Kami masih mendalami temuan ini,” jelas Kapolsek KPN Parepare, AKP.Saharuddin.

BACA JUGA:
Polres Pinrang Amankan Puluhan Motor Balap Liar
Kaplosek KPN Parepare, AKP.Saharuddin, meperlihatkan buku milik penumpang KM Lambelu yang diamankan.

Ketiga penumpang tersebut rencananya akan melanjutkan perjalanannya ke Kota Palopo, setelah menempuh perjalanan laut dari Balikpapan Kalimantan timur. Namun untuk saat ini pihak Polsek KPN masih mengamankan penumpang tersebut untuk dimintai keterangannya terkait dengan buku-buku bacaan yang mereka bawa.

Salah seorang dari ketiga penumpang tersebut beinisial J-I membantah, jika buku tersebut yang mereka bawa tidak ada kaitannya dengan paham teroris.

“Buku ini membahas tentang apa dampak negatifnya terhadap adanya terorisme agar masyarakat paham, karena selama ini mereka tidak paham sehingga banyak yang jadi korban,” katanya. (amr/abd)

Bagikan :

Komentar

Komentar Anda